Dear Ladies, Pahami Risiko Mengemudi Saat Hamil

Kompas.com - 23/04/2021, 19:51 WIB
Ilustrasi www.pregnancyandbaby.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi ibu hamil memang tidak disarankan untuk mengemudi mobil, bahkan menurut studi baru perempuan yang tengah mengandung berisiko tinggi mengalami kecelakaan.

Dilansir dari Dailymail, Jumat (23/4/2021), peneliti melakukan studi kepada lebih dari setengah juta perempuan yang sedang hamil dan mempelajari adakah rasa mual, insomnia yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Hasilnya, sebanyak 6.992 kasus kecelakaan melibatkan perempuan, di mana 252 orang adalah mereka yang sedang hamil di trimester kedua.

Baca juga: Polisi Jaga Ketat Jalur Sumatra Selama Larangan Mudik Lebaran 2021

Tidak hanya itu Dr Donald Redelmeir, penulis utama sekaligus peneliti dari Institute for Clinical Scienes (ICES) mengatakan, peningkatan risiko selama pertengahan kehamilan naik 42 persen atau menyamai total angka kecelakaan serius.

“Perempuan hamil sering khawatir ketika melakukan perjalanan udara, juga laut. Namun mereka justru mengabaikan kecelakaan lalu lintas,” ujar Redelmeir.

Meski angka risiko kecelakaan bagi perempuan hamil cukup tinggi, Dr Redelmeir mengatakan, hal tersebut bisa dicegah melalui perubahan perilaku pengemudi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menyarankan, perempuan hamil disaranakan untuk menggunakan sabuk pengaman, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan menghargai hak pejalan kaki.

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.iStock/Kwangmoozaa Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, Training Director The Real Driving Centre (RDC) Marcell Kurniawan menambahkan, jika perempuan yang sedang hamil ingin berkendara, pastikan usai kandungan di bawah 7 bulan.

Kemudian pasanglah sabuk pengaman di bawah perut dan menyilang antara payudara.

“Jarak antara kemudi dan perut harus di atas 25 cm, agar ada ruang saat terjadi benturan perut tidak menghantam pengemudi,” ujar Marcell.

Baca juga: Toyota Raize Siap Meluncur, Ada Varian Gazoo Racing

Selain itu, menurut Marcell, biasanya kehamilan menyebabkan nyeri atau pegal punggung, maka dari itu sebaiknya selipkan bantal kecil atau handuk agar posisi punggung menjadi nyaman.

Kemudian sebelum berkendara, pastikan seluruh anggota keluarga mengetahui, agar jika terjadi sesuatu hal, pertolongan bisa cepat datang.

“Beritahu keluarga, kalau Anda akan berkendara, agar mereka selalu stand by sata membutuhkan pertolongan,” katanya.

Namun Marcell menyarankan, sebaiknya perempuan yang sedang hamil tidak berkendara, cukup jadi penumpang saja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X