Pengguna Knalpot Aftermarket Harus Uji Tipe, Biaya Tembus Rp 10 Juta

Kompas.com - 08/04/2021, 08:02 WIB
Ragam knalpot racing untuk sepeda motor Setyo Adi/OtomaniaRagam knalpot racing untuk sepeda motor

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan knalpot racing atau knalpot aftermarket sudah menjadi lazim bagi para pengendara sepeda motor. Namun, baru gencar dilakukan penindakan belakangan ini.

Pihak kepolisian bahkan melakukan razia knalpot bising di beberapa daerah dan berhasil menjaring ratusan pengendara. Padahal, belum ada aturan mengenai ambang batas suasa knalpot aftermarket.

Baca juga: Knalpot Aftermarket Dilarang, Penganggur Bisa Bertambah

Dasar hukum Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.56 Tahun 2019 untuk menindak pengguna knalpot bising tidak berlaku. Sebab, aturan tersebut ditujukan untuk kendaraan baru yang akan diluncurkan alias type approval.

Razia knalpot bisingFoto: Twitter TMC Polda Metro Jaya Razia knalpot bising

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, kendaraan bermotor itu semuanya wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Selain itu, harus mendapatkan surat registrasi uji tipe yang menyatakan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi, kalau dimodifikasi kan mengubah susunan secara teknis dan bisa juga mengubah secara laik jalan, karena kebisingan suaranya tidak memenuhi persyaratan desibel," kata Fahri.

Menurutnya, dengan mengganti knalpot standar menggunakan knalpot aftermarket sudah mengubah sistem pembuangan kendaraan bermotor. Knalpot aftermarket tidak apa-apa digunakan, asal ada pernyataan bahwa knalpot tersebut sudah lolos uji tipe.

Baca juga: Pemerintah Belum Tetapkan SNI untuk Knalpot Aftermarket

"Knalpot yang tidak standar tapi memenuhi persyaratan teknis, boleh saja digunakan, yang penting dia uji tipe," ujar Fahri.

Namun, pemerintah sendiri belum membuat aturan teknis untuk uji tipe knalpot aftermarket. Belum ada juga Standar Nasional Indonesia yang sudah ditetapkan untuk komponen tersebut.

Kasubdit Industri Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian Dodiet Prasetyo, mengatakan, pelaksanaan pengujian tipe diatur oleh Peraturan Menteri Pehubungan No. 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor.

Razia knalpot bising Foto: Twitter TMC Polda Metro Jaya Razia knalpot bising

"Setiap kendaraan bermotor yang akan dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Terkait modifikasi, apabila mengubah unsur-unsur yang ada di SUT (Sertifikat Uji Tipe) awal, maka dapat dianggap mengubah persyaratan teknis. Sehingga, dapat dibilang sudah tidak sesuai dengan SUT yang telah diterbitkan di awal atau tidak sesuai dengan rancang bangun awal," kata Dodiet, saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/4/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X