Duel Sopir Truk Lawan Begal, Aptrindo Harap Ada Tindakan Preventif

Kompas.com - 07/04/2021, 16:51 WIB
Ban truk Pak Girsang yang akan diambil oleh kelompok begal. -Ban truk Pak Girsang yang akan diambil oleh kelompok begal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Rabu (7/4/2021) pukul 03.00 WIB terjadi tindak pembegalan yang terjadi kepada korban atas nama Girsang, sopir truk sekaligus anggota Aptrindo Banyumas.

Peristiwa tersebut terjadi di bahu jalan KM 77 Tol Cipali saat Girsang sedang mengganti ban. Kelompok begal ini mengincar ban truk yang akan dipasang Girsang.

Girsang yang seorang diri berani melawan kelompok begal tersebut. Beruntung ada anggota Brimob yang kebetulan lewat titik tersebut dan membantu korban. Saat ini salah satu pelaku begal telah diamankan.

Baca juga: KTM Lansir 1290 Super Duke RR Limited Edition

 Ilustrasi Tol Cipali saat dipakai pemudik musim lebaran 2019KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Ilustrasi Tol Cipali saat dipakai pemudik musim lebaran 2019

Menanggapi peristiwa tersebut, Bambang Widjanarko selaku Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY berharap, ada tindakan proaktif yang bersifat preventif dari pengelola tol sebagai pemangku kepentingan di jalan tol.

"Pengelola tol ini kan yang punya wewenang. Kami dari Aptrindo berharap bahwa ada tindakan rutin yang bersifat preventif agar kejadian yang dialami Girsang tidak terjadi lagi," kata Bambang saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/4/2021).

Bambang menjelaskan, bahwa pengusaha tidak mungkin meminta sopir truk untuk berani melawan kelompok begal karena tingkat keberanian antar sopir berbeda-beda, tidak bisa dipaksakan.

Aksi pemalakan oleh preman kepada sopir truk di Pintu Keluar Tol Cakung Barat, Senin (21/10/2019).Instagram @romansasopirtruck Aksi pemalakan oleh preman kepada sopir truk di Pintu Keluar Tol Cakung Barat, Senin (21/10/2019).

"Pelaku begal pasti membawa senjata entah itu senjata tajam, tumpul, maupun senjata api. Sementara Aptrindo tidak mungkin membekali senjata apapun untuk sopir. Jadinya sopir hanya punya dua pilihan, pasrah atau berani melawan tanpa senjata," kata Bambang menambahkan.

Tindakan preventif yang diharapkan antara lain adalah menambah intensitas patroli yang dilakukan pengelola tol.

Kejadian yang dialami Girsang terjadi di bahu jalan tol, bukan rest area. Semestinya pengelola tol memiliki sikap lebih aktif jika ada kendaraan yang berhenti di bahu jalan. Dengan begitu tindakan kriminal yang terjadi di jalan tol bisa lebih dicegah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X