PO Sumber Alam, Dirintis Seorang Wanita sampai Punya SPBU dan Restoran Sendiri

Kompas.com - 07/04/2021, 16:02 WIB
Mitsubishi Fuso R470 warna biru. Kendaraan milik PO Sumber Alam ini dijalankan dari Kutoarjo, Jawa Tengah, menuju JI Expo tanpa kendala. Jenis sasis ini masuk ke Indonesia awal 1960-an. Pemilik pertamanya adalah TNI Angkatan Udara Malang. KompasOtomotif-donny aprilianandaMitsubishi Fuso R470 warna biru. Kendaraan milik PO Sumber Alam ini dijalankan dari Kutoarjo, Jawa Tengah, menuju JI Expo tanpa kendala. Jenis sasis ini masuk ke Indonesia awal 1960-an. Pemilik pertamanya adalah TNI Angkatan Udara Malang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan otobus (PO) Sumber Alam merupakan salah satu PO bus di Jawa Tengah yang melegenda. PO Sumber Alam bermula dari PO Tresno yang dirintis oleh Thung Tjie Hing pada tahun 1969.

Anthony Steven Hambali, Pemilik PO Sumber Alam saat ini, menjelaskan bagaimana asalnya dari PO Tresno menjadi PO Sumber Alam. Sebelum ada PO Sumber Alam, sempat ada juga PO Hidup Baru dan Kencana Jaya.

“PO Tresno itu dari buyut saya, lalu diwariskan ke anak dan cucunya. Yang diwariskan ke anaknya, itu jadi PO Santoso, dan yang ke cucunya, itu yang nantinya menjadi PO Sumber Alam,” ucap Anthony kepada Kompas.com, Rabu (4/7/2021).

Baca juga: Kebiasaan Buruk, Jangan Buntuti Iring-iringan Kendaraan Prioritas

Bus Sumber Alam Golden Dragon dilelang untuk lawan coronaSumber Alam Bus Sumber Alam Golden Dragon dilelang untuk lawan corona

Sebelum jadi PO Sumber Alam, ada PO Hidup Baru dan Kencana Jaya. PO Hidup Baru dan Kencana Jaya melayani trayek Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) saja. Saat itu, PO ini dikelola oleh Judi Setijayan Hambali (ayah Anthony) bersama adik dan kakaknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baru pada tahun 1975, mereka membuat PO Sumber Alam untuk melayani trayek Jakarta – Purworejo. Kemudian tahun 1984, ketika terminal di Jakarta pindah ke Pulo Gadung, adik dan kakaknya melepas PO Sumber Alam ke Judi.

“Pada tahun 1984, PO Sumber Alam menjadi perusahaan ayah saya sendiri. Akhirnya pada tahun 1990-an, PO Hidup Baru dan Kencana Jaya dilebur ke Sumber Alam karena paman-paman saya tidak mau meneruskannya,” kata Anthony.

Baca juga: Adu Fitur Wuling Almaz RS dan Honda CR-V, Mana yang Lebih Unggul?

Anthony sendiri mulai terlibat di PO Sumber Alam pada tahun 2001. Semenjak saat itu, PO Sumber Alam mengembangkan bisnisnya untuk kebutuhan pariwisata. Anthony menyarankan agar bus untuk pariwisata tidak digabungkan dengan bus reguler.

“Bus pariwisata kan sewa, tidak setiap hari jalan. Kita mulai khusus ada divisi pariwisata itu pada tahun 2010,” ucapnya.

Selain bisnis transportasi, PO Sumber Alam menyadari bahwa harus ada bisnis pendukung. Pertama adanya servis makan itu turut memengaruhi konsumen. Kalau dulu, harga makanannya mahal karena rumah makan harus memberi rokok ke kru.

Bio Smart & Safe Bus PO Sumber AlamDOK. PT HMSI Bio Smart & Safe Bus PO Sumber Alam

“Akhirnya kita di tahun 2008 bikin rumah makan di Ajibarang. Lalu untuk SPBU sekitar satu sampai dua tahun kita buat setelah rumah makan,” kata dia.

Setelah itu, PO Sumber Alam terus berkembang sampai sekarang. Bahkan di akhir tahun 2020, ketika pandemi Covid-19, PO Sumber Alam berkolaborasi dengan Hino Universitas Diponegoro dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk membuat Bio Smart & Safe Bus.

Bio Smart & Safe Bus ini dibuat untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di kabin bus. Berbagai inovasi disematkan pada bus ini, mulai dari susunan kursi 1-1-1, perubahan posisi inlet AC jadi seperti di pesawat, dan penggunaan material kabin yang dilapisi Nano Silver.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X