Masih Ada Saja yang Menyalakan Lampu Hazard Ketika Touring

Kompas.com - 01/04/2021, 09:22 WIB
Tim Surynation Motorland saat melakukan touring Dok. Suryanation MotorlandTim Surynation Motorland saat melakukan touring

JAKARTA, KOMPAS.com – Rombongan touring atau konvoi motor yang ada di Indonesia kerap menggunakan lampu hazard ketika jalan beriringan. Mereka beranggapan bahwa hazard sebagai identitas dari rombongan konvoi sehingga berbeda dari pengguna jalan lain atau tidak tertinggal.

Padahal, sesuai artinya, hazard dalam bahasa Inggris maknanya adalah bahaya. Jadi, lampu hazard hanya digunakan ketika keadaan darurat dan ketika motor berhenti. Namun, kenyataan di jalan, masih banyak yang menggunakan lampu hazard ketika touring.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, rata-rata pengendara motor ketika touring selalu menyalakan lampu hazard. Walaupun ingin menghentikan kebiasaan tadi, tetap saja ada pejabat tinggi yang tetap menggunakannya.

Baca juga: Toyota Bikin Yaris Cross Jadi Lebih Gagah untuk Bertualang

Lampu Hazard pada Yamaha Vixion Foto: Istimewa Lampu Hazard pada Yamaha Vixion

“Sebenarnya mereka paham lampu hazard hanya digunakan saat kondisi berhenti darurat. Namun, karena banyak juga para pejabat ketika konvoi mobil atau motor menyalakan lampu hazard, akhirnya hal ini diikuti juga oleh klub-klub motor, walau tidak semuanya,” ucap Agus kepada Kompas.com, Rabu (31/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agus mengatakan, faktor ketidaktahuan soal lampu hazard ini dikarenakan kurangnya pendidikan lalu lintas. Seharusnya pengetahuan berlalu lintas diajarkan sejak bangku sekolah, sehingga banyak pengendara yang paham bagaimana berkendara aman dan sesuai dengan aturan.

“Seharusnya para pejabat juga bisa memberikan contoh kepada masyarakat, sehingga bisa ditiru juga,” kata Agus.

Baca juga: Sering Campur BBM Beda Oktan? Ini Akibatnya

Perlu diingat, lampu hazard hanya dinyalakan ketika kendaraan berhenti pada kondisi darurat. Jika salah penggunaannya, kendaraan di belakang tentu jadi kesulitan untuk memprediksi arah dari kendaraan di depannya.

“Apalagi jika kendaraan dengan lampu hazard menyala tadi tiba-tiba belok tanpa memberikan tanda lampu sein kanan atau kiri, bisa saja terjadi tabrakan,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X