Relaksasi PPnBM Bukan Otomatis Bikin Kredit Mobil Baru Melesat

Kompas.com - 26/03/2021, 07:02 WIB
Ada beberapa faktor yang menentukan penjualan di Telkomsel IIMS 2019. Foto: IstimewaAda beberapa faktor yang menentukan penjualan di Telkomsel IIMS 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memastikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah buat mobil berkapasitas maksimal 2.500 cc.

“Dari evaluasi, dapat dilihat bahwa program relaksasi PPnBM efektif untuk meningkatkan purchasing power dari masyarakat,” ucap Agus, dalam keterangan resmi (25/3/2021).

“Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan memiliki multiplier effect bagi sektor industri lainnya,” kata dia.

Baca juga: Maraknya Perampasan Sopir Truk di Wilayah Tanjung Priok

Ilustrasi pelayanan Adira Finance.Baihaki/Kontan Ilustrasi pelayanan Adira Finance.

Salah satu industri yang bakal mendapat efek positif dari meningkatnya penjualan mobil adalah perusahaan pembiayaan. Faktanya, 70 persen pembelian mobil baru di Indonesia adalah kredit atau dengan mencicil bulanan.

Meski begitu, Direktur Keuangan Adira Finance Dewa Made Susila, mengatakan, insentif pajak dari pemerintah tak serta merta membantu penjualan leasing.

“Saya melihat dua sisi, kalau melihat dari sisi penawaran atau suplai, baik pengurangan pajak atau subsidi PPnBM membuat harga lebih murah dan meningkatkan penjualan,” ujar Made kepada Kompas.com, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Mau Tahu Kena Tilang Elektronik atau Tidak? Begini Caranya

Suasana booth Toyota di IIMS 2017.TAM Suasana booth Toyota di IIMS 2017.

Menurut Made, turunnya harga jual mobil sedikit banyak pasti akan berdampak pada permintaan konsumen.

Namun dalam konteks perusahaan pembiayaan, Made berujar pihaknya masih memiliki kekhawatiran pada kredit macet.

“Karena kredit itu adalah komitmen jangka panjang, kalau mobil bisa 4-5 tahun. Jadi kami tak hanya melihat dari maunya konsumen saja, memiliki kemampuan atau tidak untuk membayar kewajiban selama 4 tahun,” ucap Made.

Baca juga: Polisi Akan Tilang Mobil Pelat RFS dan Sejenisnya jika Langgar Aturan

 

Ilustrasi kredit mobilistimewa Ilustrasi kredit mobil

Ia mengatakan, sebab nasabah Adira Finance kebanyakan bekerja pada sektor informal yang masih terdampak pandemi.

Sehingga perusahaan harus lebih berhati-hati dalam memberikan kredit, meski permintaan tengah meningkat karena aturan relaksasi.

“Jadi intinya kami akan mendukung ini, karena baik buat bisnis kami. Cuma memang ada kehati-hatian karena ini komitmen jangka panjang,” kata Made.

“Artinya sangat selektif, terutama untuk DP 0 persen. Kami sangat aware bahwa memberikan kredit itu gampang, tapi menagihnya jauh lebih sulit,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X