Ditindak Tegas, Banyak yang Jadikan Sunmori Ajang Kebut-kebutan

Kompas.com - 21/03/2021, 11:41 WIB
Polres Subang memberikan sanksi kepada puluhan pengendara. Polisi juga membubarkan aksi balap liar dan sunmori di jalur wisata di selatan Kabupaten Subang, Minggu (3/1/2021). KOMPAS.COM/FARIDAPolres Subang memberikan sanksi kepada puluhan pengendara. Polisi juga membubarkan aksi balap liar dan sunmori di jalur wisata di selatan Kabupaten Subang, Minggu (3/1/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian akan mengetatkan kegiatan akhir pekan para pengendara sepeda motor yang melakukan sunday morning ride (sunmori).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memerintahkan seluruh jajarannya untuk menindak dan membubarkan pengendara motor yang melakukan sunmori dengan tidak tertib.

“Perilaku berkendara yang penuh risiko, ada night right, ada sunmori atau sunday morning ride. Hilangkan! Lakukan edukasi sosialisasi agar perilaku ini tidak dinodai dengan perilaku-perilaku berkendara yang penuh risiko,” ujar Fadil, Sabtu (20/3/2021).

Baca juga: Cara Kerja ETLE Mobile atau Tilang Elektronik Berjalan

Remaja 16 tahun Rafly kiri) ditilang polisi dalam razia Sunmori di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (7/3/2021). 
WARTA KOTA Live.com/Desy Selviany Remaja 16 tahun Rafly kiri) ditilang polisi dalam razia Sunmori di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (7/3/2021).

Beberapa perilaku yang dimaksud ialah ugal-ugalan, konvoi hingga menimbulkan kerumunan. Serta menindak pengendara motor yang menggunakan knalpot bising.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jusri Pulubuhu, Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan, perintah Kapolda Metro Jaya tersebut hal yang umum atau biasa dan mesti dipatuhi.

"Hal itu merupakan hal yang umum sebab aturan hukumnya ada. Dari kacamata saya kita juga jangan berpikir sempit dengan penindakan," kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (21/3/2021).

"Sebab apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolda ini sebenarnya merupakan hal yang biasa. Cuma bagi kita ketika itu diangkat jadi sesuatu yang dianggap masalah baru. Jangan juga kita picik. Saya rasa tidak mungkin sunmori dilarang," katanya.

Jusri menilai, tak bisa dipungkiri bahwa saat sunmori ada beberapa oknum yang menjadikan acara jalan-jalan tiap akhir pekan ini sebagai ajang kebut-kebutan.

Baca juga: Sunmori yang Tidak Tertib, Siap-siap Dibubarkan

Dua sepeda motor Harley Davidson ini ditilang dan diamankan di Mapolrestabes Medan karena pengendaranya tak dapat menunjukkan dokumen yang sah. Keduanya ditilang saat melintas di simpang Jalan Jati, Medan pada Kamis (31/12/2020).KOMPAS.COM/DEWANTORO Dua sepeda motor Harley Davidson ini ditilang dan diamankan di Mapolrestabes Medan karena pengendaranya tak dapat menunjukkan dokumen yang sah. Keduanya ditilang saat melintas di simpang Jalan Jati, Medan pada Kamis (31/12/2020).
"Tapi kita juga harus akui bahwa sunmori, sedikit-sedikit ada oknum yang berperilaku kurang baik, tapi itu oknum. Memang sunmori itu memicu adanya tindakan eksklusif, misalnya adanya konvoi yang panjang," katanya.

Jusri mengatakan, siapapun yang melakukan sunmori, mulai dari pengendara pribadi hingga komunitas tidak boleh ganggu kenyamanan dan ketertiban lalu lintas.

"Bagaimanapun kita menggunakan jalan itu ruang publik, ada dasar hukumnya," katanya.

"Secara singkat saya setuju, tapi penegakan hukum harus disertai dengan pengetahuan petugasnya. Kalau Sunmori belum ada pelanggaran, baru jalan sudah ditangkap," kata Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X