Ini yang Wajib Diwaspadai Saat Berkendara di Musim Hujan dan Banjir

Kompas.com - 23/02/2021, 13:12 WIB
Ilustrasi: Jalan rusak. KOMPAS/IWAN SETIYAWANIlustrasi: Jalan rusak.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Dampak terjadinya banjir di beberapa wilayah seperti di Jabodetabek atau pun daerah lainnya tidak hanya menyisakan sampah atau kotoran.

Tetapi, derasnya arus air banjir juga bisa menyebabkan kerusakan pada aspal jalan yang tergerus hingga menimbulkan lubang.

Kerusakan jalan akibat banjir ini biasa terjadi setelah kawasan tersebut dilanda banjir terlebih arus air terbilang cukup kuat.

Para pengendara kendaraan bermotor, terutama roda dua wajib berhati-hati ketika melintas di jalan bekas banjir.

Baca juga: Rem Mobil Bisa Macet Usai Terjang Banjir, Mitos atau Fakta?

Mengingat, terkadang jalanan yang berlubang tertutup oleh genangan air sehingga tidak disadari oleh pengendara sehingga bisa menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Ruas Jalan Pejuang Pondok Ungu, Medansatria, Kota Bekasi rusak parah. Kerusakan ini disebabkan oleh tibanya musim hujan, lalu diperparah dengan datangnya banjir besar, Rabu (15/1/2020)KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN Ruas Jalan Pejuang Pondok Ungu, Medansatria, Kota Bekasi rusak parah. Kerusakan ini disebabkan oleh tibanya musim hujan, lalu diperparah dengan datangnya banjir besar, Rabu (15/1/2020)

Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting ( JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, seorang pengendara kendaraan baik roda dua maupun roda empat harus lebih berhati-hati ketika berkendara di musim hujan atau di jalan bekas banjir.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah ketika pengendara melintasi jalan rusak yang tidak terlihat seperti jalan berlubang yang tertutup genangan.

“Ketika lubang di jalan itu tidak terlihat karena tertutup oleh genangan air, ini yang menjadi masalah. Dan perlu menjadi perhatian bagi para pengendara,” kata Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Lakukan Ini Setelah Mobil Dipaksa Menerjang Banjir

Bagi pengendara kendaraan roda dua, kata Jusri, akan lebih rawan mengalami kecelakaan ketika menerjang jalan berlubang, apalagi yang tidak terlihat.

Pengendara sepeda motor bisa saja kehilangan keseimbangan ketika menerabas jalan berlubang yang tidak disadarinya.

Ilustrasi kecelakaanAUTOACCIDENT Ilustrasi kecelakaan

“Bagi pengendara kendaraan roda empat paling hanya merasakan ketidaknyamanan saat melintasi lubang. Tapi bagi pengendara kendaraan roda dua bisa kehilangan keseimbangan,” ujarnya.

Dan bukan tidak mungkin ketika pengendara sepeda motor melaju di jalan berlubang bisa menyebabkan pengendara terjatuh atau terjadi kecelakaan.

Baca juga: Perhatikan Ini Saat Berkendara di Jalan Bekas Banjir

Untuk itu, Jusri pun mengimbau kepada pengendara kendaraan, khususnya roda dua agar lebih waspada saat melintasi jalanan yang tertutup air.

“Kalau ada jalan yang tergenang atau tertutup air sebaiknya berhati-hati, karena bisa saja itu gorong-gorong sehingga akan menyebabkan kecelakaan. Jangan mengambil risiko dan jangan menerabasnya,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X