Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/02/2021, 15:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu mobil bekas yang banyak di gandrungi oleh konsumen otomotif adalah multi purpose vehicle (MPV), terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Ruang kabin yang luas serta daya tampung penumpang yang lebih banyak menjadi salah satu alasannya.

Bagi Anda yang berminat untuk membeli MPV mewah tidak ada salahnya untuk mencari referensi mobil bekas taksi.

Selain harganya yang lebih terjangkau, kondisi unitnya juga banyak yang masih bagus.

Baca juga: Komparasi Sedan Mewah Eks Taksi Mercy dan Camry, Pilih Mana?

Namun, dalam membeli mobil bekas taksi, calon konsumen sebaiknya memberhatikan beberapa hal terlebih dahulu.

Meski penampilan yang terlihat mulus, belum tentu kondisi mesin dan jeroannya juga baik. Sebab mobil bekas taksi merupakan mobil capek, atau mobil dengan jarak tempuh sangat tinggi.

Dengan jarak tempuh tersebut, tentu kondisinya tidak 100 persen normal, kemungkinan munculnya masalaah juga cukup besar. Oleh sebab calon konsumen disarankan untuk pintar memilih.

Mengingat jarak tempuh yang lebih tinggi dari mobil sejenis, tentu calon konsumen harus mempersiapkan uang ekstra untuk perbaikan atau rekondisi mobil supaya benar-benar sehat kembali.

Menjajal respon power sliding door ketka terganjal tangan.Ghulam/KompasOtomotif Menjajal respon power sliding door ketka terganjal tangan.

Khusus untuk Alphard eks taksi, cukup banyak hal yang harus diperhatikan ketika akan membeli mobil tersebut, mulai dari mesin, kaki-kaki hingga eksterior dan interior.

Terutama untuk bagian kaki-kaki. Sebagai mobil CBU Alphard dikenal dengan harga sparepart-nya yang mahal.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.