Banyak Dialami Pebalap MotoGP, Apa Itu Penyakit Arm Pump?

Kompas.com - 01/02/2021, 08:42 WIB
Pebalap Repsol Honda Team asal Spanyol, Dani Pedrosa, memacu motornya pada sesi kualifikasi GP Catalunya di Circuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo, Sabtu (10/6/2017). MOTOGP.COMPebalap Repsol Honda Team asal Spanyol, Dani Pedrosa, memacu motornya pada sesi kualifikasi GP Catalunya di Circuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo, Sabtu (10/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Balapan MotoGP tak hanya menuntut konsentrasi tinggi, tapi juga fisik yang kuat. Tak jarang ada pebalap yang mengeluh dirinya mengalami arm pump saat balapan hingga performanya terpengaruh.

Banyak yang akhirnya terpaksa menjalani pengobatan untuk menghilangkan arm pump. Namun, proses penyembuhannya tidak sebentar dan dapat berdampak juga pada performa di atas motor.

Baca juga: Jadwal Baru MotoGP 2021: Ceko Keluar, Indonesia Masih Cadangan

Secara medis, kondisi yang disebut arm pump ini dinamakan Chronic Exertional Compartment Syndrome.

Cal Crutchlow saat berlaga di MotoGP Eropa. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)JOSE JORDAN Cal Crutchlow saat berlaga di MotoGP Eropa. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)

Dikutip dari The-race.com, menurut Mayo Clinic, arm pump adalah kondisi otot dan saraf yang disebabkan oleh olahraga yang menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kadang cacat pada otot lengan yang terdampak. Arm pump terjadi karena konsekuensi dari otot lengan yang membengkak karena aktivitas dan menjadi terlalu kencang.

Otot terbungkus rapi dalam jaringan yang disebut fasia. Bagian ini tidak terlalu fleksibel. Sehingga, ketika otot yang terlalu banyak berolahraga dipompa dengan darah, tapi tidak bisa mengalir dengan baik.

Dengan otot yang mengembang, tapi dihadapkan dengan penghalang yang kokoh, arm pump menjadi setara dengan perban yang dibungkus terlalu erat, memutus aliran darah ke dan dari otot, serta membuat saraf kesemutan dan tidak merespons dengan benar.

Baca juga: Tanpa Tunggu Vaksin, MotoGP 2021 Tancap Gas dengan Prokes Sama

Hasilnya, lengan menjadi bengkak karena keseleo dan membuatnya keras. Di saat yang bersamaan, tangan juga mengalami kesemutan dan mulai mati rasa, dikombinasikan juga dengan rasa sakit.

Arm pump biasanya muncul di akhir balapan dan akan membuyarkan konsentrasi pebalap ketika terjadi.

"Ketika Anda mulai mengalami masalah dengan arm pump, Anda tidak akan pernah mengalami masalah kecil. Ketika Anda mendapatkannya, Anda mendapatkannya dengan buruk. Dari saat Anda meninggalkan pit, Anda berpikir 'kapan itu akan terjadi?'" ujar Sam Lowes.

Sam Lowes.Motorsport.com Sam Lowes.

Menurut Sam, arm pump akan membuat sinkronisasi otak dengan tangan menjadi terganggu. Butuh waktu untuk tangan melakukannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X