Cari Mobil Bekas, Lebih Baik yang Cat Ori atau Sudah Dicat Ulang?

Kompas.com - 24/01/2021, 09:41 WIB
Kolong tol Becakayu dijadikan tempat berjualan mobil bekas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019) KOMPAS.com/ Ryana AryaditaKolong tol Becakayu dijadikan tempat berjualan mobil bekas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi cat mobil sejatinya memang sangat memengaruhi harga jual kendaraan. Tidak sedikit pemilik kendaraan yang melakukan cat ulang (repaint) pada kendaraannya.

Hal ini dilakukan agar mobil tetap mulus dengan warna yang sesuai dengan keinginan. Ada juga yang melakukan hal tersebut untuk menutup baret, penyok atau bekas tabrakan.

Baca juga: Kapan Tilang Uji Emisi Mulai Berlaku di DKI?

Namun, banyak orang yang mencari mobil dengan kondisi cat masih orisinal alias asli.

Meskipun, tidak mudah mencari mobil mulus dengan cat masih asli pabrikan, apalagi jika mobil tersebut merupakan keluaran tahun 90-an.

Lantas, mana yang sebaiknya dipilih saat membeli ingin mobil bekas, cat orisinal tapi banyak baret atau yang masih mulus tapi sudah repaint?

Ilustrasi Coating MobilKOMPAS.com / Aditya Maulana Ilustrasi Coating Mobil

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

CEO Top Coat Indonesia Christopher Sebastian menyarankan, lebih baik konsumen memilih cat yang masih orisinal karena keaslian mobil itu bisa dilihat dari catnya. Bila sudah dicat ulang, perlu dicurigai apakah ini mobil bekas tabrakan aau tidak.

Namun, jika baretannya terlalu banyak atau parah, maka harus dilakukan repaint agar tampilan mobilnya tetap mulus.

“Ketika melakukan repaint, prosesnya juga harus diperhatikan. Tidak boleh dilakukan sembarangan, dan harus menggunakan cat bagus dan sesuai dengan warna orisinalnya,” ujar Christopher saat ditemui Kompas.com di BSD Tangerang, Jumat (22/1/2020).

Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Mobil Sport, Ketahui Batas Kecepatan di Jalan Tol

Christopher mengaku, tidak jarang menemui kasus mobil yang sudah dicat ulang, namun hasilnya kasar seperti kulit jeruk dan banyak gelombang.

“Ketika dipoles pun catnya akan mengelupas, karena proses repaint yang tidak bagus,” kata Christopher.

Menurut Christopher, tidak ada masalah jika pemilik mobil ingin melakukan repaint tetapi harus menggunakan standar yang bagus agar merusak lapisan cat dan tampilan kendaraan.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.