Begini Cara Merawat Mobil Mesin Diesel

Kompas.com - 20/01/2021, 15:39 WIB
Mitsubishi Kuda jadi alternatif pilihan mobil bekas diesel. Dok. Otomotif GroupMitsubishi Kuda jadi alternatif pilihan mobil bekas diesel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan mobil yang bebas masalah tentu menjadi dambaan setiap pemilik kendaraan. Guna mendapatkan mobil yang tidak “rewel”, baik pemilik mobil diesel maupun bensin harus rajin dalam hal perawatan mesin.

Khusus mesin diesel, perawatan dapat dimulai dari hal sederhana sebelum memulai perjalanan. Salah satunya adalah memanaskan mesin sebelum beranjak pergi, namun dengan catatan khusus.

Baca juga: Sering Salah Kaprah, Mobil Mesin Diesel Bukan Berarti Tahan Banjir

“Kendaraan tidak perlu dipanaskan terlalu lama. Ini karena mesin diesel terbaru sudah memiliki pengaturan secara elektronik yang dapat menyesuaikan dengan kondisi mesin,” ujar Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menurut Didi, memanaskan mesin cukup dilakukan selama lima menit sebelum mobil digunakan. Hal ini bertujuan, agar pelumas dapat dilindungi komponen mesin yang bergesekan. Berkat adanya sensor tambahan di perangkat mesin, suhu optimal bisa tercapai lebih cepat.

“Jika terlalu lama bisa berakibat buruk. Salah satunya efek gas buang knalpot yang berbahaya untuk kesehatan, apalagi dilakukannya di dalam garasi rumah,” kata Didi.

Ilustrasi Filter SolarKompasOtomotif Ilustrasi Filter Solar

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna juga menambahkan, dari segi perawatan mobil bermesin diesel terbilang lebih praktis karena tidak perlu ganti dan membersihkan busi.

“Namun ada satu komponen yang perlu diperhatikan yaitu filter solar. Filter solar harus rajin diganti, karena filter udara yang bersih merupakan hal yang terpenting bagi pengguna mobil diesel,” kata Suparna.

Baca juga: Begini Cara Atasi Diesel Runaway pada Mobil

Kualitas BBM yang jelek menjadi faktor utama kuras tangki harus rutin dilakukan. Meski ada filter bahan bakar yang bertugas untuk menyaring kotoran, namun kotoran yang mengendap terlalu lama biasanya akan membentuk sesuatu yang tidak lolos saringan kasar.

Jika tidak dikuras secara rutin, akan timbul risiko injektor tersumbat atau rusak karena jalur bahan bakar yang sudah kotor.

Tidak lupa juga untuk melakukan pengecekan pada beberapa bagian mesin secara berkala, seperti ketinggian oli dan cairan pendingin mesin sesuai dengan standar pabrikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X