Belum Ada Bengkel yang Sudah Tersertifikasi Konversi Motor Listrik

Kompas.com - 05/01/2021, 11:02 WIB
Motor listrik dari basis Royal Enfield Bullet 350 Rideapart.comMotor listrik dari basis Royal Enfield Bullet 350

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik, pemerintah mengizinkan masyarakat untuk melakukan konversi motor bensin ke motor listrik. Namun, tidak semua bengkel modifikasi bisa melakukannya.

Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risal Wasal mengatakan, untuk konversi sepeda motor harus dilakukan di bengkel konversi yang tersertifikasi oleh Direktur Jenderal (Dirjen).

Baca juga: Kemenhub Tegaskan Aturan Main Konversi Motor Listrik

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Berbasis Baterai.

Kompetisi digital modifikasi motor listrik ICEC yang digagas oleh IIMSDok. IIMS Kompetisi digital modifikasi motor listrik ICEC yang digagas oleh IIMS

"Sampai saat ini baru satu yang mengajukan, dari Surabaya, dan belum lengkap persyaratannya. Persyaratan bengkel konversi, antara lain memiliki tenaga teknis, memiliki beberapa peralatan tertentu, dan lain-lain," ujar Risal, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai sertifikasi bengkel, pada Pasal 4, disebutkan konversi motor bermesin bensin menjadi motor listrik hanya dapat dilakukan oleh bengkel umum yang telah ditunjuk sebagai bengkel konversi.

Baca juga: Kemenhub Sosialisasikan Konversi Motor Listrik Berbasis Baterai

Semua bengkel umum boleh jadi bengkel konversi, tapi atas persetujuan yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kemudian pada Pasal 5 ayat 1 disebutkan, untuk mendapatkan sertifikasi sebagai bengkel konversi maka bengkel umum harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditentukan.

Disebutkan dalam aturan bahwa bengkel konversi harus memiliki paling sedikit dua teknisi, terdiri dari satu orang teknisi perawatan dan satu orang teknisi instalatur.

Skuter Listrik Hasil Karya Katros Garage & Alitt Susanto Ini Akan Menjadi Salah Satu Giveaway di IMX 2020Foto: Istimewa Skuter Listrik Hasil Karya Katros Garage & Alitt Susanto Ini Akan Menjadi Salah Satu Giveaway di IMX 2020

Bengkel juga harus memiliki peralatan khusus untuk Instalasi sistem penggerak Motor Listrik pada Sepeda Motor, memiliki peralatan tangan dan peralatan bertenaga, memiliki peralatan uji perlindungan sentuh listrik, memiliki peralatan uji hambatan isolasi, memiliki mesin pabrikasi komponen pendukung Instalasi, dan memiliki fasilitas keamanan dan keselamatan kerja.

Teknisi tersebut juga harus melampirkan sertifikat lulus uji kompetensi. Teknisi perawatan dan teknisi instalatur harus memiliki pengetahuan dan kemampuan di bidang teknologi otomotif dan elektronik, dengan pengalaman paling sedikit dua tahun sebagai teknisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.