Pebalap Suzuki Ungkap Manfaat Pebalap MotoGP Turunkan Kaki

Kompas.com - 28/12/2020, 09:42 WIB
Sylvain Guintoli Foto: Twitter Top GearSylvain Guintoli

JEREZ, KOMPAS.com - Pebalap MotoGP banyak yang menurunkan kaki sebelum masuk tikungan. Gaya ini disebut bisa membantu saat pebalap melakukan pengereman keras.

Pebalap penguji Suzuki Ecstar Sylvain Guintoli, mengatakan, gaya menurunkan kaki para pebalap MotoGP merupakan hasil langsung dari perkembangan motor, ban, dan rem.

"Ini adalah akibat langsung dari perkembangan motor, ban, dan rem. Di mana telah mencapai titik perlambatan dan G-Force pada saat ngerem begitu kuat sehingga kaki secara otomatis terlepas," katanya mengutip Speedweek, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Honda Akui Tidak Berdaya Tanpa Marc Marquez

Pebalap MotoGP menurunkan kaki saat akan masuk tikungan. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)JOE KLAMAR Pebalap MotoGP menurunkan kaki saat akan masuk tikungan. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)

Guintoli mengatakan, hal itu kemudian coba dimanfaatkan oleh para pebalap dan salah satu yang mengembangkannya ialah Valentino Rossi.

"Pebalap pertama yang mengetahui bahwa ini bisa menjadi keuntungan adalah Rossi. Dia menjulurkan kakinya sebelum ngerem di setiap tikungan. Hal itu kemudian banyak ditiru oleh pebalap lain," katanya.

Pebalap asal Perancis tersebut mengatakan, ada beberapa keuntungan dengan menurunkan kaki sebelum menikung.

“Pertama, pusat gravitasi motor bergeser ke bawah dan meningkatkan stabilitas pengereman. Kedua, saat kaki direntangkan pebalap jadi bisa bergeser jauh ke belakang," katanya.

"Di satu sisi menggeser pusat gravitasi ke arah belakang dan di sisi lain memberi beban lebih pada pijakan kaki bagian luar," kata Guintoli.

Kelebihan lainnya yaitu membuat hambatan udara lebih besar karena kaki membuka. Meski kata Guintoli efeknya hanya sedikit.

Baca juga: Valentino Rossi Disebut Akan Berjaya di MotoGP 2021

Pebalap MotoGP menurunkan kaki saat akan masuk tikungan. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)JOE KLAMAR Pebalap MotoGP menurunkan kaki saat akan masuk tikungan. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)

"Alhasil, motor melambat sedikit lebih baik, karena headwind menghentikan mesin dan pengendaranya,” katanya.

Pebalap 38 tahun itu mengatakan, selain keunggulan teknis, menurunkan atau membukan kaki sebelum masuk tikungan membuat tangan tidak mudah lelah.

“Di MotoGP, tubuh terkena G-force yang sangat kuat. Jika pebalap MotoGP menggunakan kakinya untuk membantunya mengerem, hambatan udara mendorongnya ke belakang sehingga lengannya sedikit rileks," katanya.

"Pada akhirnya, kaki bertindak sebagai jangkar dan membantu memperlambat laju sepeda motor," kata Guintoli.



Sumber Speedweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X