Kenali Sistem Pendingin pada Mesin Mobil

Kompas.com - 10/12/2020, 15:01 WIB
Ilustrasi memeriksa radiator mobil SHUTTERSTOCKIlustrasi memeriksa radiator mobil


JAKARTA, KOMPAS.com - Radiator merupakan komponen penting dalam sistem pendingin mobil, agar suhu mesin tetap terjaga akibat panas yang ditimbulkan dari proses pembakaran atau proses mesin bekerja, sehingga terhindar dari masalah overheat.

“Cara kerja radiator adalah air yang bersirkulasi masuk ke dalam mesin, kemudian akan menjadi panas dan disirkulasi ke radiator untuk didinginkan dengan kipas, setelah dingin air akan sirkulasi kembali ke dalam mesin begitu seterusnya,” ujar Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi kepada Kompas.com, Rabu (9/12/2020).

Baca juga: Jangan Asal Modifikasi Kalau Tak Mau Garansi Gugur

Penyebab masalah pada radiator

Jika sudah bermasalah, perangkat pendingin cairan itu tentunya tidak bisa bekerja secara optimal dalam menjaga suhu mesin akibatnya mobil bisa mengalami overheat.

Penyebabnya bisa karena kebocoran pada radiator yang sudah keropos atau terjadi penyumbatan pada pipa kapilernya.

Kondisi radiator yang mengalami kerusakan pada bagian pipa kapilernyaAri Purnomo Kondisi radiator yang mengalami kerusakan pada bagian pipa kapilernya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kerusakan pada radiator sering kali disebabkan karena adanya kerak yang menyumbat atau kebocoran pada bagian radiator. Kerak tersebut bisa muncul karena penggunaan cairan atau air yang memiliki kandungan mineral tinggi.

Sehingga saat air radiator mendidih menimbulkan kerak yang dapat membuat aliran di dalam perangkat pendingin mesin terganggu.

Selain menyumbat pipa kapiler, kerak yang semakin banyak juga bisa menyebabkan permasalahan lain, yakni terjadinya keropos pada bagian radiator. Ketika kondisi ini sudah terjadi, mau tidak mau harus dilakukan perbaikan pada komponen pendingin tersebut.

Baca juga: Harga Hatchback Bekas Akhir Tahun, Jazz Rp 100 Jutaan, Yaris Rp 90 Jutaan

Perawatan

Didi mengatakan, baiknya penggantian air radiator itu setiap 20.000 kilometer atau jika airnya sudah terlihat keruh karena jarang digunakan.

“Hindari penggunaan air yang mengandung kotoran dan minyak karena bisa menyebabkan rekak dan karat. Sehingga, bisa menyumbat lubang yang mengganggu sirkulasinya. Sebaiknya pengisian air radiator menggunakan cairan khusus supaya benar-benar terhindar dari masalah tersebut,” ujar Didi.

Ilustrasi mengganti air radiatorSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengganti air radiator

Jika pemilik mobil ingin melakukan penggantian air radiator sendiri sebetulnya bisa saja, yang terpenting pastikan kondisi mesin dalam keadaan dingin.

“Tahap pertama yang harus dilakukan adalah membuka tutup lubang bagian atas, lalu buka baut pembuangan radiator yang ada di bagian bawah. Gunakan baki atau ember untuk menampung airnya. Kemudian tutup pembuangan air bagian bawah. Isi radiator dengan cairan pendingin. Jangan lupa cek cairan di cadangannya, dan periksa tidak ada kebocoran,” kata Didi.

Baca juga: Rawannya Tikungan Sitinjau Lauik, Ingat Lagi Prioritas Kendaraan yang Menanjak

“Sedangkan untuk masa pakai radiator tergantung dari perawatannya, level air radiator sebaiknya diperiksa secara berkala dan menggunakan cairan coolant yang sudah direlomendasikan oleh pabrikan, misalnya gunakan super long life coolant yang penggunaanya bisa sampai 160.000 kilometer,” tambah Didi.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.