Dampak Pemangkasan Libur Akhir Tahun Terhadap Penjualan Mobil Bekas

Kompas.com - 03/12/2020, 07:02 WIB
Lapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua. KOMPAS.COM/STANLY RAVELLapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi memangkas jatah libur panjang akhir tahun sebagi upaya menekan penyebaran Covid-19. Dari semula 11 hari, kini menjadi delapan hari dengan hitungan dari 28-30 Desember 2020 tetap masuk.

Adanya keputusan menjadi celah tersendiri bagi bisnis mobil bekas yang saat ini sedang merangkak naik. Pasalnya, meski masih dalam kondisi pandemi, namun libur akhir tahun menjadi momen panen penjualan yang sangat ditunggu-tunggu.

Menyikapi hal ini, Herjanto Kosasih, Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua mengatakan, pengurangan libur panjang tak akan berimbas signifikan pada penjualan mobil bekas.

Baca juga: Keluhan Pedagang Mobil Bekas Jelang Akhir Tahun

"Tidak penggaruh ya, secara tren (penjualan mobil bekas) ini kan sedang positif sejak penolakan relaksasi, jadi meski ada pembatalan atau penggurangan libur di akhir tahun tidak akan berdampak besar," kata Herjanto kepada Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

Mobil murah Agya saat di pajang di Acara Weekend Surprise yang diselenggarakan mobil88 di Parkir Timur Senayan Mobil murah Agya saat di pajang di Acara Weekend Surprise yang diselenggarakan mobil88 di Parkir Timur Senayan

Herjanto menjelaskan saat ini penjualan mobil bekas mulai kembali naik. Salah satu faktornya dikarenakan kebutuhan memiliki mobil pribadi untuk menghindari penggunaan transportasi umum akibat khawatir penyebaran Covid-19.

Namun demikian, dari segi tren, model yang sampai saat ini masih digandrungi merupakan mobil yang memiliki konfigurasi tujuh penumpang. Hal tersebut tak lepas kaitannya untuk kebutuhan libur panjang akhir tahun.

"Artinya ada kebutuhan orang untuk bersama keluarga, melihat dari momen, mereka gunakan untuk perjalanan libur akhir tahun. Jadi meski libur dikurangi, juga tidak berpengaruh. Para pekerja juga memiliki hak cuti, jadi harusnya tidak masalah," ujar Herjanto.

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

"Intinya tidak signifikan, masyarakat juga sudah banyak yang menantikan liburan karena jenuh. Pilihan mereka menggunakan mobil pribadi saat karena lebih murah dibandingkan harus naik transportasi umum dengan syarat harus rapid dan lain-lainnya," kata dia.

Pernyataan serupa sebelumnya juda ikut diutarakan oleh Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer. Menurut Fiscger peningkatan penjualan mobil bekas sudah mulai terlihat sejak akhir Oktober, bahkan pada November lebih drastis.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Harga Mobil Bekas Mulai Naik

Sementara dari unit yang paling mendominasi memang MPV murah dan LCGC, dan kondisinya tak lepas karena kebutuhan di akhir tahun untuk digunakan mudik serta berlibur bersama keluarga atau kerabat.

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

"Kebutuhannya masih sama dengan tahun lalu, tapi ada juga yang memang untuk menghidari menggunakan transportasi umum terkait wabah Covid-19. Peningkatan penjualan sudah berjalan di November sampai Desember," kata Fischer.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X