Kata Kemenhub Soal Sertifikasi Mekanik Konversi Motor Listrik

Kompas.com - 02/12/2020, 15:55 WIB
Katalis EV500 Foto: IstimewaKatalis EV500
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub), resmi mengeluarkan regulasi soal konversi atau modifikasi sepeda motor biasa menjadi energi listrik dengan berbasis baterai.

Regulasi modifikasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Berbasis Baterai.

Namun dalam regulasi itu terdapat ketetapan yang mengharuskan bila bengkel yang melakukan modifikasi harus memiliki teknisi yang tersertifikasi.

Baca juga: Aturan Konversi Motor Listrik Mempersulit Bengkel UMKM

Bahkan teknisi atau mekanik juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan di bidang teknologi otomotif dan elektronik, serta berpengalaman sedikitnya dua tahun.

Adanya ketetapan ini menimbulkan ragam respons dari para modifikator atau builder, pasalnya selama ini tanpa ada sertifikasi pun, sudah banyak mekanik yang bisa mengkonversi motor listrik dari konvensional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prototipe perdana skutik listrik Garansindo-ITS dipamerkan di Indonesia Intenational Motor Show 2015.Febri Ardani/KompasOtomotif Prototipe perdana skutik listrik Garansindo-ITS dipamerkan di Indonesia Intenational Motor Show 2015.

Sementara itu, aturan tersebut dianggap seperti beban bila nantinya mekanik harus kembali dilatih lagi untuk mendapatkan sebuah sertifikasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Sertifikasi Kendaraan Bermotor Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jabonor mengatakan, adanya sertifikasi memang diharuskan sebagai sebuah jaminan bila mekanik yang mengerjakan konversi adalah ahli dibidangnya.

"Selama ini memang sudah banyak yang melakukan rekayasa ubahan atau modifikasi, tapi rata-rata semua dilakukan secara otodidak. Sementara adanya regulasi konversi ini sebenarnya untuk menaungi bengkel yang melakukan konversi tersebut," ucap Jabonor kepada Kompas.com, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Sertifikasi Mekanik untuk Konversi Motor Listrik Dipertanyakan

"Dengan adanya sertifikasi, otomatis teknisi yang mengerjakan akan lebih terpercaya karena memang sesuai dengan kompetensi dan paling penting ini semua soal masalah keselamatan juga," kata dia.

Keselamatan yang dimaksud adalah mengenai jaminan dari motor yang dirombak ulang menjadi tenaga listrik berbasis baterai. Bila dikerjakan dengan tenaga ahli yang terjamin dan tersertifikasi, secara tidak langsung akan bisa dipertanggung jawabkan dari aspek teknisnya.

Sepeda motor hasil karya Universitas Budi Luhur, CEV01KOMPAS.com/Ruly Sepeda motor hasil karya Universitas Budi Luhur, CEV01

"Ini semua rangkaian proses, tidak langsung motor setelah dikonversi bisa jalan, tapi ada pengujian lebih dulu. Jadi sebagai standarisasi juga," ujar Jabonor.

"Selain itu, secara tak langsung ini kan menjadi manfaat buat bengkel yang nantinya bisa dijadikan rujukan dalam mengkonversi atau modifikasi motor lisrik karena sudah dipercaya," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X