Karena Pandemi, Penjualan Mobil Kembali seperti Satu Dekade Lalu

Kompas.com - 25/11/2020, 14:31 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pasar kendaraan bermotor roda empat turun hingga 50 persen karena penurunan permintaan atau daya beli.

Gaikindo turut merevisi target penjualan tahun 2020 menjadi 525.000 unit. Padahal, tahun sebelumnya, penjualan mobil secara ritel masih bisa meraih 1.032.097 unit.

Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, mengatakan, angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan tahun 2010 yang meraih 764.710 unit. Sementara pada 2009, penjualan ritel meraih 486.088 unit.

Baca juga: Bus Lintas Sumatera Jarang Berikan Servis Makan Gratis

Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

“Kita pernah mencapai puncaknya di tahun 2013, 2014, saat diluncurkannya LCGC atau KBH2,” ujar Kukuh dalam webinar (25/11/2020).

“Namun, kondisi di tahun 2020 agak memprihatinkan, karena adanya Covid-19. Sehingga, di tahun 2020, penjualan kita turun menjadi sekitar 525.000 unit. Sementara total produksinya diperkirakan 775.000 unit,” katanya.

Seperti diketahui, dalam satu dekade terakhir, penjualan mobil pernah mencapai puncaknya pada 2013, dengan meraih 1.229.811 unit secara ritel.

Baca juga: Pelajar Bawa Motor ke Sekolah Tanpa SIM, Ini Sanksinya

Ilustrasi booth Honda dalam ajang otomotif nasionalIstimewa Ilustrasi booth Honda dalam ajang otomotif nasional

Walaupun mengalami penurunan pada tahun ini, Kukuh mengatakan, industri kendaraan bermotor masih menjadi salah satu lokomotif perekonomian nasional.

“Kontribusinya terhadap GDP kurang lebih 3,98 persen. Kemudian dari kacamata ekspor non-migas, ekspor kendaraan bermotor roda empat itu menduduki ranking kedelapan produk unggulan ekspor,” ucap Kukuh.

“Kontribusinya terhadap ekspor nasional seitar 4,5 persen, di mana ekspornya sekitar 332.000 pada tahun lalu,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.