Karena Pandemi, Penjualan Mobil Kembali seperti Satu Dekade Lalu

Kompas.com - 25/11/2020, 14:31 WIB
Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015). Febri Ardani/KompasOtomotifJalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pasar kendaraan bermotor roda empat turun hingga 50 persen karena penurunan permintaan atau daya beli.

Gaikindo turut merevisi target penjualan tahun 2020 menjadi 525.000 unit. Padahal, tahun sebelumnya, penjualan mobil secara ritel masih bisa meraih 1.032.097 unit.

Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, mengatakan, angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan tahun 2010 yang meraih 764.710 unit. Sementara pada 2009, penjualan ritel meraih 486.088 unit.

Baca juga: Bus Lintas Sumatera Jarang Berikan Servis Makan Gratis

Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

“Kita pernah mencapai puncaknya di tahun 2013, 2014, saat diluncurkannya LCGC atau KBH2,” ujar Kukuh dalam webinar (25/11/2020).

“Namun, kondisi di tahun 2020 agak memprihatinkan, karena adanya Covid-19. Sehingga, di tahun 2020, penjualan kita turun menjadi sekitar 525.000 unit. Sementara total produksinya diperkirakan 775.000 unit,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, dalam satu dekade terakhir, penjualan mobil pernah mencapai puncaknya pada 2013, dengan meraih 1.229.811 unit secara ritel.

Baca juga: Pelajar Bawa Motor ke Sekolah Tanpa SIM, Ini Sanksinya

Ilustrasi booth Honda dalam ajang otomotif nasionalIstimewa Ilustrasi booth Honda dalam ajang otomotif nasional

Walaupun mengalami penurunan pada tahun ini, Kukuh mengatakan, industri kendaraan bermotor masih menjadi salah satu lokomotif perekonomian nasional.

“Kontribusinya terhadap GDP kurang lebih 3,98 persen. Kemudian dari kacamata ekspor non-migas, ekspor kendaraan bermotor roda empat itu menduduki ranking kedelapan produk unggulan ekspor,” ucap Kukuh.

“Kontribusinya terhadap ekspor nasional seitar 4,5 persen, di mana ekspornya sekitar 332.000 pada tahun lalu,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.