Hilangkan Kebiasaan Salah Naik Motor, Menaruh Jari di Tuas Rem

Kompas.com - 05/11/2020, 13:01 WIB
Jari di tuas rem tribunnews.comJari di tuas rem

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak sedikit pengendara sepeda motor yang memiliki kebiasaan meletakkan satu atau dua jarinya di tuas rem. Dengan alasan, agar selalu siap saat harus melakukan pengereman.

Ludhy Kusuma, selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora (DAM), mengatakan, kebanyakan pengendara sepeda motor selalu menyudutkan atau meletakan jari telunjuk ke tuas rem depan saat berkendara.

Padahal teknik tersebut salah, seharusnya posisi jari semuanya mengepal pada grip gas dan tidak ada yang menempel pada tuas rem.

Baca juga: Tekanan Udara Ban Dikurangi, Meningkatkan Pengereman di Jalan Basah?

“Hal tersebut sangat berguna untuk mencegah penekanan rem yang tidak dibutuhkan yang sering dilakukan tanpa disadari. Bila jari berada di grip, maka akan lebih responsif ketika melakukan pengereman sehingga saat berkendara kita tetap aman,” ujar Ludhy, dalam keterangan resminya.

Kondisi kampas rem yang sudah habis. Titik putih di samping adalah tanda kampas butuh digantiOtomania/Setyo Adi Kondisi kampas rem yang sudah habis. Titik putih di samping adalah tanda kampas butuh diganti

Fachrul Reza, Senior Instructor Astra Motor Training Center Semarang, juga mengatakan, kebiasaan meletakkan jari pada tuas rem bisa memberikan tiga dampak buruk.

“Yang pertama adalah kampas rem akan cepat habis,” kata Reza, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Sebab, secara tidak sadar kampas akan terus menekan cakram atau pun tromol untuk rem belakang. Meski tekanan yang terjadi hanya sedikit, tetapi jika hal ini berlangsung lama, bukan tidak mungkin bisa menyebabkan kampas rem terus tergores dan membuatnya cepat menipis.

Baca juga: Cara Hindari Celaka, Jangan Sepelekan Jarak Pengereman

“Efek yang kedua adalah membuat piringan cakram atau tromol menjadi gosong (seperti terbakar),” ujar Reza.

Apabila kampas terus menekan cakram atau pun tromol rem belakang, lama kelamaan akan menghasilkan panas berlebih dan tercium bau gosong. Kondisi ini bisa memengaruhi kualitas pengereman.

Dampak buruk telat mengganti kampas remnovajourney.wordpress.com Dampak buruk telat mengganti kampas rem

“Dan efek buruk yang terakhir tentu saja membuat konsumsi bahan bakar akan semakin boros,” kata Reza.

Sebab, laju kendaraan tidak bisa 100 persen lantaran tertahan oleh tekanan rem, di mana jari selalu menempel tuas rem yang secara tak sadar juga menekannya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X