Hitung Konsumsi BBM Harian Honda CBR250RR SP QS

Kompas.com - 05/11/2020, 07:22 WIB
AHM resmi merilis Honda CBR250RR SP Quick Shifter IstimewaAHM resmi merilis Honda CBR250RR SP Quick Shifter

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Honda CBR2500RR SP Quick Shifter meluncur perdana akhir Juli 2020. Motor sport seperempat liter ini mengalami peningkatan tenaga dan fitur baru.

Tenaga CBR2500RR SP QS lebih besar dari versi sebelumnya. Mesin 250 cc 2-silinder itu dapat menghasilkan 40,3 tk pada 13.000 rpm dan hingga 25 Nm pada 11.000 rpm.

Selain mesin, keluarga CBR250RR model tertinggi ini juga dilengkapi fitur quickshifter untuk memudahkan pindah gigi.

Dengan tenaga yang lebih besar, Kompas.com, berusaha mencari berapa rata-rata konsumi bahan bakarnya.

Baca juga: Pajak Tahunan Honda CBR250RR SP Quick Shifter, Hampir Rp 1 Juta

AHM resmi merilis Honda CBR250RR SP Quick ShifterIstimewa AHM resmi merilis Honda CBR250RR SP Quick Shifter

Metode yang dipakai full to full (FTF). Cara menghitungnya yaitu jarak tempuh dibagi dengan konsumsi BBM perjalanan. Hasilnya akan keluar berapa konsumsi rata-rata per liter.

Metode FTF memang belum menghasilkan angka yang bisa dibilang akurat, namun bisa menggambarkan penggunaan sehari-hari. Jika ingin lebih tepat harus melakukan uji yang lebih komperhensif.

Kompas.com, menggunakan BBM jenis Pertamax dari Pertamina dengan RON 92.
Selama tes Kompas.com tidak berusaha mendapat nilai konsumsi rata-rata tertinggi sampai harus "urut gas."

Pengendaraan dilakukan seperti naik motor normal. Jalur yang dipilih ialah jalur sehari-hari, merasakan macet dan juga jalanan lengang. Baik pagi, sore, dan malam hari.

Honda CBR250RR SP versi modifikasiKompas.com Honda CBR250RR SP versi modifikasi

Selama tes konsumsi ini Kompas.com juga tidak hanya memakai satu riding mode. Seperti diketahui, CBR250RR SP QS punya tiga mode berkendara, yaitu Sport +, Sport, dan Comfort.

Baca juga: Honda CBR250RR Siap Balap Dijual Terbatas, Banderol Rp 100 Jutaan

Saat naik CBR250RR SP semua mode dicoba sesuai peruntukan dan kondisi jalan. Meski mayoritas yang paling sering dipakai ialah moda Comfort agar lebih nyaman membelah kemacetan dan sesekali Sport.

Cara menghitung konsumsi bahan bakar, yaitu jarak tempuh dibagi dengan konsumsi BBM selama perjalanan. Maka hasilnya akan keluar berapa konsumsi rata-rata per liter.

Odometer pertama 289 km dan dan ketika isi bensin lagi 558 km. Cara menghitung konsumsi BBM yakni jarak 558 km dikurangi 289 km hasilnya 269 km (jarak tempuh).

Lantas jarak tersebut, yakni 269 km dibagi dengan jumlah pemakaian bensin 8,650 liter yang tertera saat isi bensin. Maka ketika dibagi nilai konsumsi rata-ratanya 31 km/liter.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X