Kompas.com - 05/10/2020, 19:01 WIB
Karena praktis tak sedikit yang menyepelekan cara mengendarai skutik Foto: Wahana/IstimewaKarena praktis tak sedikit yang menyepelekan cara mengendarai skutik
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah fatalitas kecelakaan yang tinggi terutama sepeda motor harus menjadi perhatian bersama. Pengendara dituntut bukan sekadar bisa bawa motor tapi mengerti soal keselamatan di jalan.

Sesuai dengan tagline berkendara aman #Cari_aman, tim Safety Riding Promotion (SRP) Wahana, memberikan tips agar pengendara bisa aman sekaligus nyaman saat berkendara di jalan raya.

Baca juga: Beli Honda Forza Diskon Rp 11 Juta, DP Hanya Rp 4,5 Juta

“Beragam faktor yang wajib diketahui mendasar oleh pengendara motor sehingga kenyamanan dan keamanan berkendara semakin peduli tentang keselamatan,” kata Agus Sani, Head of SRP Wahana, dalam keterangan resmi, Senin (5/10/2020).

Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya saat menjajal motor Honda CB150R.Dokumentasi Atalia Praratya Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya saat menjajal motor Honda CB150R.

1. Standar Awal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum melakukan perjalanan dengan sepeda motor pastikan pengendara dan motor dalam kondisi yang baik.

Pengecekan dasar mulai dari tekanan angin, rem, hingga kelistikan adalah hal wajib yang perlu dilakukan untuk menentukan kelayakan motor yang akan digunakan.

Kedua, kondisi pengendara yang sehat dan baik adalah faktor utama berkendara aman yang sejak awal harus diperhatikan.

Tidak perlu memaksakan diri dalam berkendara apalagi dalam kegiatan turing. Istirahatlah yang cukup dalam interval dua jam bermotor.

Istirahat sejenak dapat memulihkan kebugaran tubuh pengendara sehingga lebih konsentrasi dalam melakukan perjalanan. Persiapkan juga kelengkapan berkendara seperti helm, jaket, dan sarung tangan.

2. Peraturan berlalu lintas

Hukum lalu lintas adalah kewajiban bagi seluruh pengendara motor dan pengguna jalan lainnya. Peraturan dibuat demi terciptanya kondisi kenyamanan dan keselamatan bagi para penguna jalan.

Untuk itu persiapkan surat kendaraan dengan lengkap, serta patuhi semua aturan - aturan berlalu lintas di jalan raya.

Kemacetan di pintu masuk Kota Banjarmasin saat PSBB hari pertama diberlakukan, Jumat (24/4/2020).KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR Kemacetan di pintu masuk Kota Banjarmasin saat PSBB hari pertama diberlakukan, Jumat (24/4/2020).

3. Kenali Motor

Beragam tipe motor dengan berbagai kubikasi mesin makin beragam. Agar dapat menguasai kendaraan dengan baik, kenali beragam karakter motor yang akan digunakan.

Pengenalan penting apalagi jika mengendarai motor gede (moge). Mengendarai motor besar diperlukan teknik yang berbeda dengan motor jenis umum lainnya.

Baca juga: Batal Cerai, Repsol dan Honda Perpanjang Kontrak

Sesuaikan kemampuan pengendara dengan sepeda motor yang akan digunakan sehingga mampu memaksimalkan penggunaan sepeda motor tersebut. Perhatikan tinggi motor, beban, hingga kekuatan mesin.

4. Rute

Selain dari faktor kendaraan dan manusia, kondisi rute, lingkungan dan cuaca juga memiliki andil pada peristiwa kecelakaan dalam berkendara motor.

Menguasai motor harus seimbang dengan kondisi rute yang dilalui. Pemilihan rute, pengaturan bukaan gas, hingga ‘permainan’ rem menjadi keharusan dipahami dengan baik.

Kondisi cuaca jadi faktor kesekian yang memiliki pengaruh terhadap keselamatan berkendara. Cuaca panas dapat menyebabkan kondisi dehidrasi pengendara, sedangkan udara dingin atau hujan, resiko makin berlipat karena kondisi jalan yang licin.

Honda CBR250RR Mat Gunpowder Black MetallicFoto: Istimewa Honda CBR250RR Mat Gunpowder Black Metallic

6. Protokol Kesehatan

Pandemi Covid-19  ikut membawa konskuensi perubahan yang wajib dijalankan oleh pengedara motor.

Gunakan masker, helm dengan visor, dan sarung tangan adalah pilihan terbaik menjaga kemungkinan penularan di jalan umum.

Pembersihan kendaraan juga ikut di perhatikan setelah diajak berkendara seharian. Ganti dan cuci riding gear seperti jaket, masker, sarung tangan, dan helm setelah digunakan.

7. Jaga Emosi

Tinggalkan masalah, emosi, kesedihan saat naik motor. Faktor kejiwaan dan psikologis ikut andil pada kenyamanan dan keselamatan selama berkendara di jalan raya.

Jangan libatkan perasaan marah dalam berkendara karena dapat mengundang kesembronoan pengendara dan prilaku di jalan raya.

Tidak hanya dari faktor internal, emosi juga dapat terpicu oleh ulah pengendara lain di jalan. Jangan ikut terpancing, hindari pengendara yang dapat mempengaruhi emosi. Sabar adalah kata kunci utama dalam berlalu lintas.

Selalu waspada dan sigap mengantisipasi beragam perilaku pengendara di jalanan.

“Kemampuan berkendara, tahu batas diri, kesiapan kendaraan, emosi yang baik menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam berkendara. Terakhir semua usaha juga perlu ditopang dengan doa agar keselamatan dapat terus menyertai,” kata Agus.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X