Kasus Mobilio Lawan Xpander, Pentingnya Soft Skill Sebelum Bisa Nyetir

Kompas.com - 04/10/2020, 15:01 WIB
Mobil orange yang terlibat kecelakaan di Jalan Magelang dalam kondisi rusak berat. Mobil saat ini dievakuasi di Mapolres Sleman KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMobil orange yang terlibat kecelakaan di Jalan Magelang dalam kondisi rusak berat. Mobil saat ini dievakuasi di Mapolres Sleman

JAKARTA, KOMPAS.com – Baru saja terjadi kecelakaan yang melibatkan Honda Mobilio dan Mitsubishi Xpander di Jalan Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati Sleman, Sabtu (3/10/2020). Kecelakaan ini menyebabkan empat orang meninggal dunia dan empat luka-luka.

Diketahui korban meninggal dunia masih berusia belasan tahun dan semuanya berada di dalam Honda Mobilio, sedangkan 3 lainnya dan satu pengemudi Xpander luka-luka. Oleh karena itu, menyetir mobil tidak hanya sekadar bisa saja.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, kecelakaan yang sampai merenggut nyawa bisa disebabkan oleh skill error pengemudinya.

Baca juga: Mobil Bekas Rp 60 Jutaan di Balai Lelang, Mulai Avanza sampai Civic

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Ini ternyata lokasi kejadiannya nggak jauh dari kosan ane dulu ???? Hati2 guys jangan ngebut2 dijalan, ingat keluarga dirumah ????

A post shared by B Channel (@b_channel_indonesia) on Oct 3, 2020 at 12:53am PDT

 

“Kemungkinannya 90 persen skill error. Parameternya remaja yang agresif, kondisi jalan yang kecil, sehingga endingnya fatality,” ucap Sony kepada Kompas.com, Sabtu (3/10/2020).

Sony menjelaskan, skill error terjadi karena keterbatasan pengemudi, seperti jam terbang dan kemampuan mengemudi dalam mengontrol kendaraannya, sehingga emosinya tidak terkontrol.

“Keterbatasan ini juga yang menyebabkan pada kondisi tertentu atau krusial, pengemudi tidak dapat menguasai kendaraan dengan benar,” kata Sony.

Baca juga: Vespa GTS dan Sprint 150 Edisi Racing Sixties Resmi Meluncur

Selain itu, perlu diingat juga sebagai pengemudi pemula, harus menguasai soft skill nya terlebih dahulu, sebelum hard skill. Soft skill di sini seperti mengendalikan emosi, dan hard skill tentang mengendalikan kendaraan.

“Kalau sudah mengusai soft skill, menyebabkan mengemudinya berdasarkan common sense, terutama masalah kecepatan dan kemampuan mengontrol kendaraan,” kata dia.

Jika emosi bisa dikuasai, maka akal sehat ikut dilibatkan selama mengemudi. Sony mencontohkan, seperti mengatur kecepatan, menjaga jarak, mengalah, dan lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X