Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bikers Jangan Ragu Bertanya, Biar Enggak Berujung Masuk Tol

Kompas.com - 31/08/2020, 15:21 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejadian pemotor yang masuk tol masih sering saja terjadi. Padahal kendaraan roda dua sudah jelas-jelas dilarang masuk, dan rambu larangan pun sudah terpasang sebelum gerbang masuk tol.

Biasanya mereka yang masuk tol merupakan biker pemula. Seperti yang terjadi Minggu pada (30/8/2020), sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga orang melaju santai di tol Jakarta-Cikampek.

Motor ini tak hanya menyalahi aturan masuk jalan tol, tapi motor ini membawa tiga penumpang, dan ketiga-tiganya tidak menggunakan helm. Bahkan sempat terjadi kecelakaan karena motor tersebut menyenggol sebuah mobil saat berpindah ke jalur kiri.

Baca juga: Video Viral Perempuan Naik Motor Bertiga Masuk Tol dan Kecelakaan, Ini Kronologinya

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, kejadian motor masuk tol merupakan salah satu bukti bahwa tidak semua orang mampu membaca rambu dengan benar.

Selain itu, para biker pemula dianggap tidak mampu melakukan manajemen perjalanan dengan benar. Hingga akhirnya mereka salah memilih jalan, dan masuk jalan tol yang notabene dilarang bagi motor.

Secara garis besar, manajemen perjalanan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk kegiatan tersebut.

 

Baca juga: Daihatsu Rocky dan Toyota Raize Tampil Sporty ala Lamborghini Urus

Sony juga menambahkan, manajemen perjalanan memiliki peran yang vital dan menentukan kelancaran perjalanan.

Sebelum melakukan perjalanan, Anda harus memastikan arah dan tujuan. Pahami rute yang akan dilewati.

Sebagai pengendara yang bertanggung jawab, Anda juga harus mampu membaca rambu-rambu dengan detail untuk memandu perjalanan.

“Dan yang teraman, jangan pernah merasa paling tahu. Karena salah jalan berisiko menimbulkan kerugian dan kecelakaan yang tinggi. Kalau tidak yakin atau ragu-ragu, lebih baik berhenti untuk bertanya,” ujar Sony, kepada Kompas.com (31/8/2020).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
#beritasampah, sony susmana, jualan berita dgn me man fa at kan kis ruh yg ada,me nge mis ru pi ah me dia dan men cari pang gung, as li ca ra sam pah ca ri du it #carasampahcariduit #cariduit #jualmuka #caripanggung #jualanberita #piaraanwartawan #kutumedia #parasitmedia


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau