Mengenal Lapisan Anti-Karat di Kolong Mobil

Kompas.com - 16/08/2020, 12:21 WIB
Lapisan anti karat blogger otomotifLapisan anti karat

JAKARTA, KOMPAS.comKarat biasa menjadi masalah pada kendaraan. Jika sudah parah, bagian yang berkarat bisa menjadi keropos, tentunya ini yang membuat mobil berkurang kekuatannya, apalagi jika mengenai sasis.

Salah satu cara untuk mencegah karat pada kendaraan yaitu dengan melapisi beberapa bagian mobil dengan anti-karat. Biasanya pelapisan anti karat dilakukan pada bagian kolong kendaraan, karena sering terkena air.

Kepala Bengkel Bodi & Cat Auto2000 Sunter, Yuly Kridiawan mengatakan, tujuan dari anti-karat ini untuk menghindari pengeroposan pada panel kendaraan.

Baca juga: Tes Baleno Facelift, Hatchback Termurah dari Suzuki

Terjadi genangan air sepanjang Jalan Tol Padaleunyi akibat adanya proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rabu (12/8/2020).Dokumentasi Humas Jasa Marga Terjadi genangan air sepanjang Jalan Tol Padaleunyi akibat adanya proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rabu (12/8/2020).

“Bagian kolong paling sering terkena air yang mengakibatkan terjadinya karat. Namun tidak hanya bagian kolong saja, misalnya seperti panel dalam fender, pintu-pintu, quarter panel, dan ruang mesin,” kata Yuly kepada Kompas.com, belum lama ini.

Yuly mengatakan, kendaraan baru dai pabrik memang sudah diaplikasikan anti-karat. Tetapi seiring berjalannya waktu pemakaian, lapisan anti karat akan terlepas atau hilang. Jadi sebaiknya dilakukan pengecekan setahun setelah pemakaian dari baru.

“Pemilik bisa juga menambah lapisan anti karat setelah yang dari pabrikan hilang, namun jangan lupa untuk tetap merawatnya. Perawatan anti-karat bisa dilakukan secara berkala,” ucap Yuly.

Baca juga: Hasil FP4 MotoGP Austria: Pol Espargaro Tercepat, Rossi Kasih Kejutan

Kemudian berapa jangka waktu pengecekkannya itu tergantung dari di mana mobil itu digunakan. Lingkungan yang semakin korosif, maka harus lebih sering dicek, misalnya di tepi pantai yang sering melewati genangan air asin.

Walaupun bagian mobil sudah dilapisi anti karat, ada area seperti pada sambungan atau sendi yang bergesekan. Karena gesekan tersebut, lapisan anti karat bisa terkelupas sehingga tidak terlindungi maksimal.

“Walaupun ada sedikit lapisan yang terkelupas, kalau sudah kena air asin yang korosif, akan menjalar ke bagian-bagian panel atau bodi,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X