PSBB Transisi, Lalu Lintas di DKI Jakarta Meningkat 24 Persen

Kompas.com - 16/08/2020, 10:41 WIB
Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Platform navigasi Waze mencatat lalu lintas kendaraan bermotor di wilayah Jabodetabek mengalami peningkatan hingga rata-rata 24,3 persen selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Lonjakkan ini terjadi sejalan dengan adanya pelonggaran kegiatan masyarakat (18 Juni-22 Juli), khususnya pada perkantoran dan pekerja informal, di tengah pandemi virus corona alias Covid-19.

"Di Waze, kami menstimulasi pengemudi agar terus mengikuti arahan pemerintah Indonesia, di mana menunjukkan bahwa kita masih dalam tahap transisi PSBB," Country Manager Waze Indonesia, Marlin R. Siahaan, dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2020).

Baca juga: Ini Cara Alternatif Cek Mobil Bekas dengan Mudah

Kendaraan bermotor melintasi Jl. Prof. Dr. Satrio, Karet Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kendaraan bermotor melintasi Jl. Prof. Dr. Satrio, Karet Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.

Pada periode tersebut, perseroan mencatat adanya peningkatan kilometer per hari yang ditempuh pengguna di setiap kota Indonesia. Terkhusus wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Secara rinci, kemacetan lalu lintas di Tangerang meningkat 32,7 persen, Bekasi 22,5 persen, Jakarta 21,7 persen, dan Tangerang Selatan 20,1 persen dari sebelumnya (pra-PSBB transisi).

Data Waze menunjukkan peningkatan lalu lintas di kota Tangerang relatif lebih tinggi, yang dapat dikaitkan dengan peningkatan jumlah karyawan yang pulang pergi ke Ibu Kota Jakarta untuk bekerja pasca-pelonggaran kebijakan pembatasan.

Kendati demikian, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebut bahwa tingkat kecelakaan kendaraan bermotor selama pandemi mengalami penurunan 48 persen dari tahun lalu.

Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Austria 2020, Vinales Terdepan, Rossi Tercecer

Waze bertukar informasi dengan pemerintah kota Jakarta.waze.com Waze bertukar informasi dengan pemerintah kota Jakarta.

Data ini diperoleh dari hasil evaluasi operasi patuh 2020 selama 14 hari mulai 23 Juli hingga 5 Agustus 2020.

Menanggapi pandemi di Tanah Air, Waze telah menambahkan lebih dari 130 rumah sakit rujukan pada peta kami untuk mendukung upaya tanggap darurat.

"Pengguna Waze dapat menemukan rumah sakit rujukan terdekat dengan memasukkan kata kunci seperti "COVID", "covid", "coronavirus", "virus korona", dan "rumah sakit corona'' di kolom pencarian, yang dapat memberikan informasi dengan aman kepada para pengguna yang diharuskan untuk mengemudi," kata Marlin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X