Fatalitas Kecelakaan Motor di Operasi Patuh 2020 Masih Tinggi

Kompas.com - 09/08/2020, 10:01 WIB
Ilustrasi kecelakaan AUTOACCIDENTIlustrasi kecelakaan
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Korlantas Polri mencatat jumlah pelanggaran dan kecelakaan kendaraan bermotor selama pelaksanaan Operasi Patuh 2020 yang digelar selama 14 hari mengalami penurunan dari tahun lalu.

"Selama operasi patuh 2020, Korlantas telah menindak sebanyak 548.797 pelanggaran lalu lintas, turun dibanding tahun lalu sebesar 48 persen atau dari 1.060.606," kata Kakorlantas Polri Irjen Istiono dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2020).

Sementara jumlah kecelakaan lalu lintas di periode sama, 23 Juli hingga 5 Agustus 2020, turun 30 persen dari 2.728 kejadian selama operasi patuh 2019 menjadi 2.388 kejadian.

Baca juga: Kebiasaan yang Bisa Menyelamatkan Pemotor dari Kecelakaan di Jalan

Ilustrasi kecelakaan motorgas2.org Ilustrasi kecelakaan motor

Kendati demikian, Istiono mengatakan telah terjadi peningkatan dalam fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas terutama pengendara motor.

" Kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, turut andil terbanyak menjadi mesin penyebab kecelakaan. Lebih mengenaskan lagi, korbannya adalah mereka yang berusia produktif 15-35 tahun," ujarnya.

Maka dari itu, diperlukan langkah antisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholder dalam keselamatan berlalu lintas.

Istiono menekankan, budaya tertib berkendara dan patuh terhadap peraturan di jalan raya merupakan kunci dalam mengurangi kecelakaan kendaraan bermotor. Tapi, bukan hal mudah untuk membangun kesadaran tersebut.

Baca juga: Operasi Patuh Jaya 2020 Usai, Pengendara Motor Dominasi Pelanggaran

Operasi Patuh Jaya 2019 di Pasar Minggu, Jakarta Selatan Operasi Patuh Jaya 2019 di Pasar Minggu, Jakarta Selatan

"Diharapkan, dengan sinergi yang terbangun sesama stakeholder bisa meminimalisir fatalitas korban laka lantas. Fakta menunjukkan, korban meninggal akibat laka lantas banyak berjatuhan," ucap dia.

Pada kesempatan terpisah, Istiono menyebut bahwa pelaksanaan operasi patuh 2020 berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan.

Sebab, dalam pelaksanaannya, anggota polantas di lapangan mengedepankan upaya persuasif dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sehingga tujuan operasi sebagai media pengingat dan edukasi kepada masyarakat atas keselamatan, kelancaran, serta ketertiban berlalu lintas tersampaikan.

“Dalam melaksanakan operasi patuh hal terpenting adalah bagaimana menyadarkan masyarakat dalam gerak langkah berlalu lintas untuk selalu jaga jarak, memakai masker dan jaga kesehatan dengan selalu cuci tangan dalam setiap kesempatan. Ini penting agar pandemi ini segera berakhir,” kata Istiono.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X