Hindari Bonceng Anak di Jok Depan Motor, Bisa Berbahaya

Kompas.com - 27/07/2020, 13:02 WIB
Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017) OtomaniaPemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan roda dua menjadi jenis moda transportasi yang paling populer di Indonesia. Hampir setiap keluarga mempunyai sepeda motor yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Sebagai jenis kendaraan yang paling banyak digunakan, tidak jarang sepeda motor juga digunakan untuk mengangkut keluarga kecil saat bepergian salah satunya mudik.

Saat melakukan perjalanan jamak ditemui anak ditempatkan di jok bagian depan. Padahal, menempatkan anak di bagian depan menjadi hal yang perlu dihindari karena sangat berbahaya.

Baca juga: Jika Indikator Engine Check Menyala, Artinya Mobil Mengalami Masalah

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting ( JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, dalam aspek keselamatan tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan menempatkan anak di jok bagian depan.

Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.

“Dalam konteks kecelakaan ini, membawa anak kecil dan ditaruh di depan adalah bentuk kelalaian fatal yang tidak dapat ditoleransi baik pada norma safety maupun legal hukum,” ujar Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Jusri juga mengatakan, pengendara tetap bisa membonceng anak kecil tetapi harus ditempatkan di jok belakang. Dengan catatan, kaki sang anak sudah dapat menyentuh pijakan kaki (footstep) dengan optimal.

“Jika kedua kakinya belum bisa menyentuh pijakan kaki dengan optimal, maka tidak direkomendasikan. Sebab si anak akan rentan keseimbangannya dan hal ini tentu akan berbahaya bagi keselamatan,” katanya.

Baca juga: Perhatikan Ini Saat Isi Nitrogen di Ban Mobil

Akibat fatal yang bisa terjadi salah satunya adalah kejadian anak terpelanting dari motor. Sementara itu, saat anak di tempatkan di jok depan bisa saja dengan tidak sengaja menarik tuas gas ketika hendak turun dari motor.

Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)KOMPAS.com/Gilang Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)

Kondisi ini tentunya akan sangat berbahaya jika kondisi mesin dalam posisi masih menyala, terlebih jenis sepeda motornya adalah transmisi otomatis atau matik.

Bisa saja kendaraan langsung melaju tidak terkendali karena gas diputar. Kejadian tersebut tentu akan lebih parah jika di depannya terdapat kendaraan lain atau pejalan kaki.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X