Di Tengah Pandemi, Pasar Mobil Semester I-2020 Merosot 40 Persen

Kompas.com - 16/07/2020, 07:42 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan kendaraan bermotor roda empat di dalam negeri selama semester pertama 2020 merosot hingga 43 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), aktivitas distribusi mobil dari pabrik ke diler (wholesales) pada Januari-Juli tahun ini hanya terhenti di angka 260.933 unit.

Capaian tersebut lebih rendah 43,8 persen dibandingkan dengan penjualan sepanjang enam bulan pertama tahun sebelumnya yang mencapai 482.097 unit.

Sementara di sisi penjualan ritel, terjadi penurunan sebesar 41,9 persen, yaitu dari 500.216 unit di Januari-Juli 2019 menjadi 290.597 unit.

Baca juga: Penjualan Mobil Belum Normal tapi Mulai Membaik

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menjelaskan, kontraksi kuat tersebut banyak disebabkan oleh pandemi virus corona alias Covid-19, sejak kali pertama diumumkan masuk Indonesia di Februari lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Khususnya saat pembatasan aktivitas diberlakukan pada akhir Maret sampai Mei kemarin, kegiatan industri dan bisnis terhenti sementara. Sehingga dampaknya berat dan panjang bagi semuanya, tak hanya otomotif," katanya saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

Seiring dengan hal itu, daya beli masyarakat juga menjadi lemah karena adanya pergeseran preferensi belanja dan kecenderungan saving. Belum lagi, sejumlah pameran besar seperti IIMS 2020 dan Jakarta Fair terpaksa diundur atau ditiadakan.

Baca juga: Berlangsung Saat Pandemi, Ini Bedanya Operasi Patuh Jaya 2020

Penjuaan mobil di semester pertama 2020 secara retail salesKOMPAS.com/Ruly Penjuaan mobil di semester pertama 2020 secara retail sales

Namun, Nangoi masih yakin bahwa pertumbuhan sektor otomotif pada paruh kedua bakal membaik sehingga mampu mencapai target penjualan tahunan yaitu 600.000 unit. Apalagi ditunjang dengan pameran GIIAS 2020, program cuci gudang akhir tahun, hingga bantuan pemerintah.

Berdasarkan data yang sama, Toyota masih menjadi penguasa pasar dengan penjualan wholesales sebesar 81.816 unit dan ritel 92.965 unit (market share 32 persen).

Pada posisi kedua di periode Januari-Juni 2020 ada Daihatsu dengan total 49.774 unit untuk wholesales dan 53.577 unit di ritel (18,4 persen). Kemudian diikuti oleh Honda (wholesales 38.769 dan ritel 40.812 unit), serta Suzuki (wholesales 28.769 unit dan ritel 34.536 unit).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.