Apakah Oli Mesin Kendaraan Bisa Kedaluwarsa?

Kompas.com - 30/06/2020, 07:12 WIB
Ilustrasi pelumas Ilustrasi pelumas
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih banyak persepsi yang menggangap bila oli mesin kendaraan bisa basi atau kedaluwarsa. Hal ini terjadi karena pelumas terlalu lama diamkan sehingga membuat kualitasnya menurun.

Kondisi tersebut ternyata memungkinkan terjadi, namun kondisinya tidak pada oli yang sudah dipakai, melainkan pada oli baru atau yang masih dalam kemasan.

Selain itu, menurut Nurdin ST, Technical Specialis PT Pertamina Lubricants, penyebutannya juga bukan basi, melainkan shelf life oli mesin yang tak digunakan atau dalam kemasan memang memiliki usia.

Baca juga: Mana Lebih Baik, Ganti Oli Berdasarkan Jarak atau Waktu?

" Oli dalam kemasan memang punya usia, tapi bukan kedaluwarsa karena itu untuk makanan atau obat-obatan. Pada intinya semua produk yang menyangkut teknologi kimia termasuk turunan petroleum memiliki validity period, pada bidang lubricant itu lebih dikenal dengan sebutan lubricant shelf life," ucap Nurdin kepada Kompas.com, Sabtu (27/6/2020).

Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGCSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC

Nurdin menjelaskan, lubricant shelf life atau validity period merupakan rentang waktu rata-rata dimana sifat fisika, kimia, maupun untuk kerja atau performace dari pelumas tersebut masih sesuai.

Kondisi ini berlaku pada pelumas yang masih belum terpakai atau masih berada di dalam kemasannya. Beda dengan oli yang sudah dituangkan di dalam mesin.

Usia atau panjang dari shelf life sendiri, menurut Nurdin tergantung pada jenis oli dasarnya atau base oil, jenis adiktif yang digunakan, serta yang paling penting lagi adalah masalah penanganan dan prosedur penyimpanannya.

Baca juga: Kini Tes Covid-19 untuk Dapat SIKM Lebih Simpel

"Pada oli yang masih dalam kemasan, penanganan dan penyimpanan itu sangat penting. Keduanya yang sangat mempengaruhi shelf life dari pelumas tersebut. Untuk jenis mineral oil shelf life-nya itu rata-rata direntang 3 sampai 7 tahunan," ucap Nurdin.

Ilustrasi warna oli Ilustrasi warna oli

Oleh sebab itu, supaya oli tetap memiliki kualitas yang baik, harap diperhatikan cara penyimpanan serta penanganannya.

Paling penting lagi, harus memastikan bila kemasan tidak rusak dan tidak terkontaminasi dengan hal-hal lain, apalagi air.

Selain itu, jangan membiarkan kemasan oli dalam kondisi terbuka untuk waktu yang lama. Bila sudah terbentuk pelumas berwarna susu atau tidak berwarna seperti pelumas biasanya, maka bisa dipastikan oli tersebut sudah tidak baik atau bahkan menjadi indikasi bila oli itu adalah palsu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X