Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagian Motor yang Paling Jarang Dirawat, Padahal Cukup Penting

Kompas.com - 03/06/2020, 11:02 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.comMotor yang dijual di pasaran, pasti memiliki standar. Fungsi dari standar ini yaitu sebagai penopang motor ketika sedang berhenti.

Karena fungsinya yang penting, kadang pemilik tidak sadar kalau standar juga pelu dirawat. Standar yang tidak terawat, terasa seret ketika ingin dipasang atau dikembalikan lagi ke posisi awalnya.

Menurut Gofur, Kepala Mekanik Astra Motor Center Jakarta, merawat standar motor tidak perlu tindakan khusus, biasanya ketika servis, standar turut dilumasi sebagai perawatannya.

Baca juga: Catat, Ini Daerah yang Masih Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

Honda Genio KOMPAS.com/Gilang Honda Genio

“Perawatannya dengan memberi pelumas saja pada standar samping/tengah. Kecuali ketika pemilik mengeluh standarnya seret, baru dilakukan pembongkaran dan diberi pelumas pada standar,” ucap Gofur kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Gofur menyarankan agar maksimal dua tahun sekali, standar perlu dibongkar. Ketika dibongkar, pelumasan bisa sampai ke asnya, jadi tidak mudah seret. Pelumas yang bisa digunakan seperti oli, gemuk (grease) bisa juga dengan cairan anti karat.

“Untuk per standar, jarang rusak sebenarnya, selama tidak terkena panas las atau karat yang bertahun-tahun. Per bisa sesekali disemprot dengan cairan anti karat,” ucap Gofur.

Baca juga: Pilihan SUV Bekas Muat 7 Penumpang, Fortuner Mulai Rp 140 Jutaan

Selain itu, agar tidak mudah berkarat, per bisa dibersihkan dengan air setelah melewati hujan atau genangan yang kotor.

Yadi, mekanik bengkel Berkat Motor Service di Depok, mengatakan, khusus untuk standar tengah, perhatikan kondisi dari per, apakah masih kuat atau sudah melemah.

Pertanda per yang sudah lemah biasanya standar tengah akan ikut mengayun ketika motor melewati jalanan yang tidak rata. "Jika per sudah melemah, sebaiknya segera diganti dengan yang baru," ujar Yadi kepada Kompas.com.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com