Gaikindo Jelaskan Perkembangan Industri Otomotif dalam Produksi Ventilator

Kompas.com - 19/05/2020, 19:01 WIB
Pabrik perakitan generasi kedua BMW X1 di Sunter, Jakarta Utara. Febri Ardani/KompasOtomotifPabrik perakitan generasi kedua BMW X1 di Sunter, Jakarta Utara.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bahwa perkembangan produksi alat bantu pernapasan atau ventilator guna membantu pasien positif virus corona (Covid-19) cukup positif.

Tetapi, ada beberapa tantangan yang dihadapi, salah satunya ialah keterbatasan komponen dan waktu yang diperlukan dalam melakukan reverse engineering.

"Terus terang, kita (industri otomotif) tidak punya keahlian membuat ventilator. Hal ini dikerjakan oleh supplier. Kebetulan, kami sedang melakukan riset dan pengembangan bersama mereka bagaimana membuat alat tersebut dengan melakukan reverse engineering," ujar Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, belum lama ini.

Baca juga: Gaikindo Sebut Tidak ada PHK di Industri Otomotif

Pabrik perakitan SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat.Febri Ardani/KompasOtomotif Pabrik perakitan SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat.

"Jadi, mereka impor ventilator terus dibongkar dalam rangka mempelajarinya. Kemudian, dicoba untuk dibuat ulang dari hasil belajar tersebut. Kurang lebih seperti itu," jelasnya.

Ketika supplier terkait telah mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan untuk membuat ventilator, maka industri otomotif akan mulai berperan melalui penyediaan alat produksi dan komponen yang diperlukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi sebelum itu, ventilator yang berhasil dirakit kembali tadi akan disesuaikan dengan standar dan parameter yang ditentukan oleh Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan dahulu.

Sejumlah pegawai Len Industri tengah mengerjakan ventilator. Dok Len Industri Sejumlah pegawai Len Industri tengah mengerjakan ventilator.

"Kalau memerlukan kapasitas (produksi) yang lebih besar, industri otomotif akan support untuk sama-sama membangun industri ventilator tersebut. Tentunya, kami akan menyiapkan supply chain dan juga tempatnya," ucap Nangoi.

"Demikian informasi yang bisa saya bagikan sekaligus keterlibatan industri otomotif dalam produksi ventilator di Indonesia ini," lanjutnya.

Beberapa waktu lalu, Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk turut membantu mempercepat proses produksi ventilator di dalam negeri.

Baca juga: Beli Mobil Bekas Rp 25 Jutaan, Bisa Dapat BMW Lawas

ilustrasi ventilatorshutterstock ilustrasi ventilator

Sebagai contoh, dalam hal kebijakan impor komponen penting selama pandemi, telah diterbitkan Perpres Nomor 58 tahun 2020 tentang Penataan dan Penyederhanaan Izin Impor.

“Kami akan dukung dari sisi regulasi maupun pemberian alat bantu uji. Diharapkan dengan regulasi ini dapat digunakan dan membantu tim dari perguruan tinggi dan sebagainya dalam melakukan impor komponen-komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi ventilator,” ujar dia di keterangan tertulis.

Kemudian, perkembangan pembuatan ventilator yang dilakukan tim dari berbagai perguruan tinggi, menurutnya, memperlihatkan hasil cukup positif. Tak sedikit di antara mereka yang sudah mulai memasuki percobaan produksi massal dan uji klinis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.