Pengguna Angkutan Umum Jabodetabek Menurun Drastis Selama WFH

Kompas.com - 20/04/2020, 15:45 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyebut bahwa penggunaan angkutan umum di wilayah Jabodetabek menurun signifikan pada masa pandemi virus corona alias Covid-19.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, disebutkan bahwa penurunan sudah terjadi sejak sebelum pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang resmi dimulai pada 10 April 2020 lalu di DKI Jakarta, 15 April 2020 di Depok, Bekasi, dan Bogor, serta 18 April di wilayah Banten (Tangerang Raya).

"Khusus di DKI Jakarta, penurunan pengguna angkutan umum cukup berarti sejak Maret 2020 karena sudah ada inisiasi pembatasan," kata Kepala BPTJ Polana B. Pramesti, Senin (20/4/2020).

Baca juga: Banyak Pengendara Nakal Langgar Aturan PSBB di Jalan Tol

Penumpang turun dari bus Transjakarta di Halte Budaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Penumpang turun dari bus Transjakarta di Halte Budaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.

Secara detail, ia menyebut bahwa pada layanan TransJakarta selama April 2020 (sampai 15/4/2020) terjadi penurunan sekitar 83.000 orang per hari. Padahal, dalam kondisi normal jumlah penumpang mencapai sekitar 840.000 orang per hari.

"Penurunan penumpang Transjakarta bahkan sudah dimulai sejak Maret 2020 dengan rata rata 550.000 orang per hari atau turun 34 persen dibandingkan jumlah penumpang normal pada bulan Januari 2020," ujar Polana.

Sementara pada layanan Moda Raya Terbaru (MRT), terjadi penurunan penumpang sebesar 47 persen selama Maret 2020. Biasanya, penumpang MRT tiap harinya mencapai sekitar 85.000 orang, tetapi menurun jadi sekitar 45.000 orang.

Lalu lintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada akhir pekan, Sabtu (18/4/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) mulai 10 hingga 23 April 2020. Dampak dari adanya aturan ini, membuat kondisi dan situasi lalu lintas pada akhir pekan menjadi lengang dan sepi.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada akhir pekan, Sabtu (18/4/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) mulai 10 hingga 23 April 2020. Dampak dari adanya aturan ini, membuat kondisi dan situasi lalu lintas pada akhir pekan menjadi lengang dan sepi.

Hal tersebut tidak berbeda jauh di moda transportasi KRL. Pada Januari 2020 lalu, KRL tiap harinya masih melayani kurang lebih 859.000 orang. Tapi di Maret 2020 jumlahnya turun 30,3 persen menjadi sekitar 598.000 orang.

Adapun untuk bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15, terjadi penurunan penumpang yaitu hanya sebanyak 183.000 orang per hari atau turun 78,6 persen dibanding kondisi normal Januari 2020.

Untuk LRT Jakarta yang pada masa normal mampu melayani penumpang sekitar 3.800 orang per hari, mengalami penurunan sebesar 47,3 persen jadi sekitar 2.000 orang per hari selama Maret 2020.

Baca juga: Pelaku Otomotif Bantu Tenaga Medis Tangani Corona

Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.

Pada April ini sampai dengan tanggal 15 jumlah penumpang LRT Jakarta tinggal sekitar 264 orang atau turun 93 persen dibanding kondisi normal.

“Dalam beberapa waktu terakhir kami sangat intensif melakukan rapat koordinasi dengan Dishub Se-Jabodetabek, dan hasil pantauan lapangan mereka, pengguna angkutan umum cenderung menurun," kata Polana.

Terlebih setelah adanya status PSBB secara resmi dapat dipastikan pengguna angkutan umum akan menurun karena jumlah pergerakan orang sudah dibatasi.

Selain itu berlaku pula pembatasan waktu operasional angkutan umum selama PSBB. Di DKI Jakarta, angkutan umum hanya beroperasi mulai pukul 06.00 - 18.00 WIB, sementara di wilayah Bodetabek mulai pukul 05.00 - 19.00 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.