Mengerem Justru Jangan Dilakukan Saat Menghadapi Jalan Berlubang

Kompas.com - 29/02/2020, 09:22 WIB
Direktorat Jenderal Bina Marga mendatangi lokasi jalan rusak yang viral di media sosial lantaran dijadikan tempat objek foto model di Kecamatan Batumarta, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Senin (4/3/2019).
ISTIMEWA/Direktorat Jenderal Bina Marga Direktorat Jenderal Bina Marga mendatangi lokasi jalan rusak yang viral di media sosial lantaran dijadikan tempat objek foto model di Kecamatan Batumarta, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Senin (4/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat melihat jalan rusak atau berlubang, pengendara motor biasanya akan mengerem atau melakukan manuver menghindar. Meski terlihat sepele, namun perilaku ini sebetulnya salah dan tidak direkomendasikan.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Main Dealer motor Honda Jakarta-Tangerang, Agus Sani, mengatakan, jika melihat lubang usahakan jangan melakukan pengereman mendadak atau pindah jalur.

Baca juga: Musim Hujan, Biker Wajib Perhatikan Kembangan Ban Motor

"Misalkan kecepatan kita tinggi kemudian kaget melihat di depan ada lubang usahakan untuk tidak melakukan pengereman mendadak atau pindah lajur. Jangan sampai waktu mengerem mendadak, kita aman tapi yang belakang tidak siap malah menabrak kita atau jatuh karena kaget," kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (28/2/2020).

Mengerem sepeda motor ada teorinya.mpm-motor.co.id Mengerem sepeda motor ada teorinya.

Saran Agus, jika melihat lubang dan kondisi di jalan sedang ramai maka lebih baik terjang saja ketimbang mengerem atau menghindari lubang.

"Lubang di jalan biasanya masih bisa dilewati, tidak dalam (seperti off road), maka cukup naikkan punggung dari atas jok, terus kita terjang saja lubangnya. Itu akan lebih efektif dan lubang dibandingkan menghindari lubang," katanya.

Agus mengatakan, untuk melewati lubang bisa meniru gaya pengendara motocross, yakni dengan sedikit menaikkan bokong dari jok.

Baca juga: Ingat Bahaya Laten saat Motor Terabas Genangan Air

"Fungsinya supaya pegangan kita di setang dan posisi tubuh kita tetap stabil sehingga penguasaan kendaraan masih maksimal.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, jika duduk keseimbangannya berkurang, juga berpotensi mencederai pinggang dan punggung.

"Jika saat melewati lubang pengendara duduk maka titik tumpuannya berada di bokong, tapi kalau setengah berdiri maka ada di kaki. Hukum fisikanya, jika titik beratnya makin di bawah maka makin stabil," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X