Begini Kondisi Ruas Tol Cipularang Pasca-longsor

Kompas.com - 12/02/2020, 17:23 WIB
Kondisi Ruas Tol Cipularang pasca longsor IstimewaKondisi Ruas Tol Cipularang pasca longsor
|

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan bahwa Jalan Tol Cipularang aman dilalui kendaraan, pasca-peristiwa longsor yang terjadi di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Bandung Barat, Selasa (11/2/2020).

Namun ruas tersebut dilakukan sedikit pengaturan lalu lintas untuk dilakukan pemasangan dolken atau cerucuk dan sandbag, serta pembersihan saluran drainase.

"Peristiwa longsor di Desa Sukatani kemarin membuat Tol Cipularang terdampak, tepatnya di Km 118+600 arah Jakarta. Namun ruas tol tetap aman dilalui kendaraan. Kami segera melakukan pemasangan dolken dan sandbag, serta menyiagakan petugas untuk monitoring dan antisipasi pengamanan di lokasi sekitar," kata General Manager Jasa marga Cabang Purbaleunyi, Pratomo Bimawan Putra, di keterangan resmi, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Jasa Marga Tangkap Ratusan Truk ODOL di Tol

Longsor yang terjadi di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat juga mengancam akses jalan di rumija tol Cipularang KM 118+600 B. Adapun jarak longsor dengan kedalaman 15 meter dengan lebar 30 meter ini berjarak 5-7 meter dari bahu jalan tol tersebut.Foto Humas Jasa Marga Longsor yang terjadi di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat juga mengancam akses jalan di rumija tol Cipularang KM 118+600 B. Adapun jarak longsor dengan kedalaman 15 meter dengan lebar 30 meter ini berjarak 5-7 meter dari bahu jalan tol tersebut.

"Kami juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk pengaturan lalulintas di sekitar lokasi kejadian, memasang rambu-rambu juga," lanjutnya.

Sementara untuk perbaikan dan antisipasi jangka panjang, Jasa Marga bersama dengan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Tim Ahli akan melakukan kajian mendalam untuk penanganan secara permanen di sekitar yang berpotensi mempengaruhi pengoperasian Jalan Tol Cipularang.

Longsor yang terjadi di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat juga mengancam akses jalan di rumija tol Cipularang KM 118+600 B. Adapun jarak longsor dengan kedalaman 15 meter dengan lebar 30 meter ini berjarak 5-7 meter dari bahu jalan tol tersebut.Foto Humas Jasa Marga Longsor yang terjadi di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat juga mengancam akses jalan di rumija tol Cipularang KM 118+600 B. Adapun jarak longsor dengan kedalaman 15 meter dengan lebar 30 meter ini berjarak 5-7 meter dari bahu jalan tol tersebut.

“Kami akan melakukan konsultasi dengan pihak Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dan Tim Ahli untuk perbaikan jangka menengah dan jangka panjang dalam mengantisipasi kejadian serupa,” kata Pratomo.

Ia juga menyatakan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan pengguna jalan akibat pristiwa tak terduga tersebut. Diimbau seluruh kendaraan untuk tetap menjaga jarak dan kecepatan ketika melintas.

"Tetap berhati-hati dan mentaati rambu-rambu, serta memantau kondisi lalu lintas perjalanan. Informasi lanjut bisa diakses melalui telepon 14080," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X