Kompas.com - 25/01/2020, 15:34 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah Indonesia mendorong percepatan kendaraan listrik di Indonesia. Salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan.

Aturan ini kemudian ditindaklanjuti dengan keluarnya Pergub DKI Jakarta No 88 Tahun 2019 tentang kendaraan listrik mendapat pengecualian dari aturan kebijakan ganjil-genap.

Selain bebas dari aturan ganjil genap, kendaraan listrik baik sepeda motor maupun mobil juga mendapatkan insentif untuk pajak. Mobil dan motor listrik dibebaskan bea pajak balik nama kendaraan (BBNKB).

Aturan pembebasan bea balik nama tersebut sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 Tahun 2020 yakni tentang Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Atas Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Selain kendaraan listrik atau BEV (Battery Electric Vehicle), ternyata ada teknologi lain yang mirip dengan kendaraan listrik murni yakni HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).

Baca juga: Mobil Listrik Hyundai Ioniq, Menjelajah 373 Km Ketika Baterai Penuh

Meski hampir sama, ternyata teknologi kendaraan ramah lingkungan tersebut mempunyai sejumlah perbedaan. Berikut perbedaan ketiga teknologi ramah lingkungan tersebut.

BEV Battery Electric Vehicle (BEV)

Mobil elektrik Tesla dihadirkan di Festival Jakarrta Langit Biru, Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2019). Kampanye tersebut bertujuan mengenalkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan guna mengurangi polusi udara.KOMPAS.com/M ZAENUDDIN Mobil elektrik Tesla dihadirkan di Festival Jakarrta Langit Biru, Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2019). Kampanye tersebut bertujuan mengenalkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan guna mengurangi polusi udara.

Mobil yang mengadopsi BEV Battery Electric Vehicle (BEV) sumber tenaganya benar-benar hanya mengandalkan baterai saja. Dengan demikian, mobil listrik jenis BEV sangat tergantung dari yang namanya stasiun pengisian.

Maka dari itu, pengemudi mobil ini harus cermat dalam memperhitungkan jarak dengan kapasitas baterai yang tersisa. Khusus di Indonesia, stasiun pengisian daya baterai belum sebanyak SPBU.

Berkat teknologi yang begitu canggih dan bebas BBM tidak heran jika harga mobil ini masih terbilang tinggi yakni antara Rp 569 juta sampai di atas Rp 1 miliar.

Baca juga: Ada Insentif Pajak, Tesla Bakal Makin Laris di Indonesia

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.