Ada Insentif Pajak, Tesla Bakal Makin Laris di Indonesia

Kompas.com - 24/01/2020, 10:44 WIB
Mobil Tesla milik Ketua DPR Bambang Soesatyo Kompas.com/Rakhmat Nur HakimMobil Tesla milik Ketua DPR Bambang Soesatyo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik atau calon pembeli kendaraan listrik di DKI Jakarta, baik roda dua maupun roda empat, akan mendapatkan insentif berupa pembebasan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).

Hal ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2020, yang berlaku sejak 15 Januari 2020 sampai 31 Desember 2024.

Adapun pemberian insentifnya, berlaku untuk seluruh kendaraan listrik baik milik pribadi maupun yang digunakan sebagai transportasi umum.

Melalui kebijakan tersebut, Presiden Direktur Prestige Motor Cars Rudy Salim mengatakan kendaraan listrik murni akan menjadi sedikit lebih murah dan terjangkau.

Baca juga: Daftar Kendaraan Listrik yang Dapat Fasilitas Bebas Pajak di Jakarta

Tesla Club Indonesia Tesla Club Indonesia

"Insentif dengan cara pembebasan biaya BBN-KB ini akan berpengaruh terhadap harga jual on the road. Kira-kira, harganya akan lebih murah 10 persen daripada sebelumnya. Ini sudah cukup baik meski periode kebijakan itu tidak terlalu panjang," katanya kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Ia memperkirakan, dengan harga kendaraan yang lebih murah daripada sebelumnya maka bakal terjadi 'demam' elektrifikasi. Tidak hanya terjadi di DKI Jakarta, tapi juga kawasan di sekitarnya.

"Ini adalah iklim yang baik terhadap kendaraan listrik. Semoga dengan adanya ini, daerah-daerah lain bisa ikut memulai era kendaraan listrik," ujar Rudy.

"Kami sendiri sangat senang dan menyambut akan kebijakan baru ini, mengingat Prestige sekarang memang sedang fokus kepada Tesla, khususnya model 3. Pada 2020, kita juga akan tambah armadanya," ujar dia.

Baca juga: Selain Bebas Pajak di Jakarta, Mobil Listrik Juga Kebal Ganjil Genap

Mobil listrik Tesla Model 3.Ist Mobil listrik Tesla Model 3.

Sejak kali pertama dikenalkan pada September 2019 lalu, Rudy mengklaim Tesla model 3 mendapat respons yang sangat baik bagi warga Indonesia. Sebab, mobil lebih terjangkau daripada model X dan S yang lebih dahulu diluncurkan sebelumnya.

"Memang tidak seperti mobil LMPV, LCGC, atau umum lainnya yang sampai ratusan bahkan puluhan ribu. Penjualan kami untuk model ini masih bisa dihitung pakai jari. Tetapi lebih baik daripada sebelumnya," katanya.

Pada tahun ini, pihak Prestige akan tetap fokus terhadap Tesla model 3 dan berencana untuk menambah pemasokan unitnya. Tak menutup kemungkinan juga, akan dihadirkannya mobil listrik baru ternama dunia.

"Terlepas dari itu semua, yang sulit memang adalah edukasi ke masyarakat. Mungkin melalui kebijakan ini juga, ada dampak untuk peningkatan edukasi terhadap kendaraan listrik, bukan hanya semata-mata penjualan," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X