Penerapan Tilang Elektronik pada Motor Bisa Tekan Jumlah Kecelakaan

Kompas.com - 23/01/2020, 06:52 WIB
Pantauan penggunaan e-TLE dengan fitur baru di kawasan Sudirman Thamrin Senin (1/7/2019) Kompas.com/Setyo AdiPantauan penggunaan e-TLE dengan fitur baru di kawasan Sudirman Thamrin Senin (1/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/ETLE) untuk pengendara sepeda motor akan diterapkan mulai Februari 2020. Melalui penerapan aturan ini, maka diyakini bisa menekan jumlah kecelakaan lalu lintas, terutama di wilayah DKI Jakarta.

Perkembangan jumlah kendaraan roda dua di Indonesia bisa dibilang cukup besar. Motor dinilai sebagai kendaraan yang praktis serta ekonomis untuk dipakai harian.

Baca juga: Siap-siap, Bulan Depan Tilang Elektronik Berlaku untuk Motor

Selain itu, perkembangan jumlah pengguna motor juga dipengaruhi oleh mudahnya akses untuk mendapatkan unit, seperti uang muka rendah atau cicilan nol persen.

Pengendara yang membawa tiga penumang dan tidak menggunakan helmGhulam Muhammad Nayazri Pengendara yang membawa tiga penumang dan tidak menggunakan helm

Budiyanto, pengamat masalah transportasi mengatakan, perkembangan tilang elektronik sebenarnya cukup bagus.

Namun, perlu diperhatikan juga bagaimana menciptakan kesadaran pengguna motor untuk mampu menggunakan ruang lalu lintas dengan bijak, dan taat kepada peraturan yang terkait dengan masalah-masalah lalu lintas dan angkutan Jalan.

Uji coba ETLE atau tilang elektronik berlaku selama satu bulan sejak 1 Oktober 2018.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Uji coba ETLE atau tilang elektronik berlaku selama satu bulan sejak 1 Oktober 2018.

"Namun, apa yang terjadi baik secara kasat mata maupun data yang ada, bahwa pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor roda dua atau sepeda motor, baik sebagai pelaku maupun korban, khususnya di Jakarta dan wilayah penyangga, cukup tinggi, yakni sekitar 63 persen," ujar Budiyanto di Jakarta, belum lama ini.

Baca juga: Catat, Ini Lokasi Tilang Elektronik untuk Pengendara Motor di Jakarta

Budiyanto menambahkan, dari beberapa analisa yang didapatnya, setiap kejadian kecelakaan lalu lintas pada umumnya diawali dari pelanggaran lalu lintas.

Uji coba sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan penambahan empat fitur terbaru mulai diberlakukan pada Senin (1/7/2019) ini di 10 titik di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.RINDI NURIS VELAROSDELA Uji coba sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan penambahan empat fitur terbaru mulai diberlakukan pada Senin (1/7/2019) ini di 10 titik di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.

Maka itu, jika pelanggaran lalu lintas bisa ditekan, maka angka kecelakaan secara otomatis ikut menurun.

"Rencana Ditlantas Polda Metro Jaya akan memberlakukan E-TLE untuk sepeda motor, perlu kita berikan apresiasi dan dukungan penuh. Sebab, situasinya sudah pada tingkat yang cukup memprihatinkan," kata Budiyanto.

Suasana ruang Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Jateng.KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Suasana ruang Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Jateng.

Menurutnya, program ini juga merupakan bentuk penguatan dan pengembangan sistem E-TLE yang sudah berjalan sejak 2018, dengan obyek kendaraan roda empat atau mobil.

Melalui penerapan sistem E-TLE ini, pelanggar dapat terdeteksi secara maksimal. Berbeda jika dibandingkan dengan cara-cara penegakan hukum secara konvensional.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X