Pelajari Jurus Tiga Detik buat Hindari Kecelakaan Beruntun

Kompas.com - 12/01/2020, 17:42 WIB
Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik. SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan mobil terbalik.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Kewaspadaan dan kehati-hatian menjadi hal wajib bagi seorang pengendara kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Hal ini karena, kelengahan seorang pengendara bisa berakibat fatal hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Parahnya, jika kecelakaan tersebut melibatkan banyak kendaraan (beruntun) hingga menimbulkan korban jiwa. Akhir-akhir ini kecelakaan beruntun sangat sering terjadi.

Dan yang terbaru terjadi di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (12/1/2020). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan yang melibatkan sejumlah mobil dan sepeda motor itu jelas menimbulkan korban luka dan kerugian materiil.

Baca juga: Buka Pintu Mobil Jangan Sembarangan, Ikuti Aturannya Demi Keselamatan

Kebanyakan terjadinya kecelakaan beruntun disebabkan karena jarak kendaraan yang cukup dekat. Sehingga, saat kendaraan di depan mengalami kecelakaan, maka kendaraan di belakang tidak punya cukup waktu untuk menghindar.

Maka dari itu, bagi para pengendara wajib memperhatikan jarak aman dengan kendaraan di depan. Hal ini bertujuan untuk menghindar jika kendaraan di depan mengalami kecelakaan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang pengemudi saat berkendara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi tabrakan dari belakang akibat tak menjaga jarakwww.sykesassistance.com Ilustrasi tabrakan dari belakang akibat tak menjaga jarak

Jaga jarak aman

Training Director The Real Driving Center (RDC), Marcell Kurniawan menjelaskan, menjaga jarak aman kendaraan menjadi hal yang perlu diperhatikan pengendara. Hal ini karena biasanya kecelakaan beruntun terjadi karena pengendara yang tidak menjaga jarak aman.

Baca juga: Ini Tiga Ruas Tol yang Akan Diresmikan Jokowi Bulan Ini

“Untuk tabrakan beruntun biasanya disebabkan oleh pengendara yang tidak menjaga jarak aman saat mengemudi, karena di jalan tidak dilarang untuk mengerem (mendadak). Sedangkan yang diatur adalah perlunya menjaga jarak aman,” terangnya saat dihubungi KOMPAS.com, Minggu (12/1/2020).

Maka dari itu, lanjutnya, pengendara di belakang punya kewajiban untuk berhenti tepat waktu dan jarak.

Ilustrasi jaga jarak aman 3 detikivanhumphrey.blogspot Ilustrasi jaga jarak aman 3 detik

 

Beri jeda 3 detik

Jika anda bingung untuk memastikan jarak aman dengan kendaraan di depan, perkirakan anda mempunyai waktu untuk menghindar paling tidak tiga detik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.