Mulai Musim Hujan, Begini Cara Berkendara yang Aman di Jalan

Kompas.com - 11/01/2020, 08:12 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengendarai kendaraan saat musim hujan berbeda dengan berkendara saat cuaca terang. Seorang pengendara wajib memperhatikan 6 sisi keamanan selama berkendara.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting ( JDDC), Jusri Pulubuhu menjelaskan, saat berkendara pada cuaca terang pengendara hanya perlu memperhatikan 4 sisi keamanan, yaitu, sisi depan, belakang kanan dan juga sisi kiri.

“Tetapi, saat berkendara di musim hujan sisi ini harus ditambah 2, yakni di sisi bawah dan sisi atas. Sisi bawah itu adalah lubang di jalan sedangkan sisi atas adalah pohon, baliho atau konstruksi bangunan,” ujar Jusri kepada KOMPAS.com belum lama ini.

Baca juga: Jangan Paksakan Berkendara saat Hujan Deras Plus Angin Kencang

Menurutnya, kewaspadaan seorang pengendara saat berkendara dikala hujan harus ditingkatkan. Mengingat, banyak kejadian kecelakaan terjadi karena adanya lubang di jalanan.

Ilustrasi berkendaraa saat hujan.CarGuide.PH Ilustrasi berkendaraa saat hujan.

Faktor lain, bisa juga karena ambruknya bangunan atau konstruksi reklame, pohon atau yang lainnya. Sehingga, bisa membahayakan pengendara dan menyebabkan terjadinya kecelakaan.

“Baik pengendara roda empat maupun roda dua wajib waspada saat berkendara di musim hujan. Karena, hal itu bisa menimpa pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya.

Baca juga: Benarkah Motor Harus Dicuci Setelah Berkendara saat Hujan?

Selain itu, lanjutnya, seorang pengendara juga bisa memperhatikan indikator dari depannya. Misalkan pengendara di depan menghindari jalan berlubang, hal ini juga bisa diikuti oleh pengendara di belakangnya.

Maka dari itu, Jusri pun mengatakan agar pengendara selalu konsentrasi untuk memperhatikan indikator di depannya, salah satunya adalah pengendara lain yang akan di sekitarnya.

Ilustrasi berkendara saat hujankadintiyatrosu.org Ilustrasi berkendara saat hujan

“Misalkan ada genangan air dan di depan tidak ada indikator seperti pengendara lain.
Kalau ada tanda di mana maka sebaiknya, jangan melanjutkan perjalanan tersebut, jangan mengambil risiko gambling dengan menerabasnya,” ucapnya.

Selain itu, Jusri juga mengimbau kepada para pengendara agar tidak berteduh di bawah pohon, baliho, reklame atau bangunan yang rawan ambruk. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Jika ingin berteduh, sebaiknya mencari tempat yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X