Singing Road Cocok Dipasang di Lokasi Rawan Kecelakaan

Kompas.com - 06/01/2020, 07:42 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Bawen di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik tol Trans Jawa Batang-Semarang dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Bawen di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik tol Trans Jawa Batang-Semarang dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) telah meluncurkan singing road atau jruas alan bernada, yang bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan. Berupa rumble strip, singing road telah dipasang di tol Trans Jawa KM 644+200 B (arah Madiun-Solo).

Inovasi ini diklaim jadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Tujuan utamanya untuk mengingatkan pengemudi agar lebih berhati-hati saat berkendara di jalan tol.

Djoko Setijowarno, Pengamat Transportasi dari Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, mengatakan, bahwa singing road dapat membuat pengemudi lebih waspada, khususnya saat melewati daerah rawan kecelakaan.

Baca juga: Hilang Kendali, Ferrari Tabrak Mobilio di Tol JORR

Ilustrasi rambu Singing Road atau Musical Road alias jalan bernada yang bisa mengeluarkan suara saat dilindas kendaraan.KRQE.com Ilustrasi rambu Singing Road atau Musical Road alias jalan bernada yang bisa mengeluarkan suara saat dilindas kendaraan.

Singing road sangat cocok dipasang pada tol yang memiliki titik-titik rawan kecelakaan,” ucapnya kepada Kompas.com (5/1/2020).

Oleh sebab itu, penerapan singing road diharapkan dapat ditambah di sejumlah ruas tol lainnya. Khususnya di beberapa titik rawan, agar menjadi peringatan lebih bagi pengguna jalan.

“Ada juga rambu chevron yang menyala di beberapa ruas tol untuk malam hari. Supaya pengemudi selalu waspada tidak mudah mengantuk dengan nyala yang bervariasi,” katanya.

Baca juga: Hati-hati, Aspal Jalan Tol Trans Jawa di Pekalongan Mulai Mengelupas

“Rambu-rambu perlu ditambah, ada marka yang sudah umum, ada juga berupa lampu menyala yang ditempel di guard rail daerah tikungan,” ujar Djoko.

Sementara itu, GM Operasi dan Pemeliharaan PT JNK Agus Hariyanto, menyebutkan bakal melakukan evaluasi terkait penerapan singing road di tol Trans Jawa.

Agus juga mengatakan, pihaknya ada rencana untuk menambah lokasi singing road di titik-titik yang rawan kecelakaan.

“Nanti kami evaluasi dulu. Sebenarnya tidak ada kriteria khusus, singing road bisa dipasang di semua jalan tol, baik yang menggunakan perkerasan rigid maupun flexible pavement. Intinya membantu pengemudi agar tidak mengantuk,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X