Salah Kaprah, Mengurangi Tekanan Udara Ban di Jalan Licin

Kompas.com - 05/01/2020, 13:01 WIB
Salah satu kondisi jalan yang berbahaya ketika basah, luberan lumpur. Donny AprilianandaSalah satu kondisi jalan yang berbahaya ketika basah, luberan lumpur.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Berharap traksi lebih baik kerap terjadi pengendara sepeda motor mengurangi tekanan udara pada ban saat hujan atau jalan licin. Permukaan ban memang jadi lebih lebar, tapi rupanya tidak dibenarkan. 

“Banyak mengurangi tekanan ban karena secara fisik ban jadi lebih lebar dan dianggap mampu menggigit aspal dengan baik. Hal ini justru salah kaprah,” kata Akhir Anarkhimurni, Senior Tester PT Gajah Tunggal Tbk, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bisakah Motor yang Terendam Banjir Sehat Kembali Seratus Persen?

Sebabnya, jika ban kurang udara maka pola tapak ban yang menyentuh jalan jadi berubah. Padahal alur pada tapak ban tersebut punya tugas krusial yaitu memecah dan membuang air pada saat ban melintas.

Pengendara motor melintasi perumahan yang terendam banjir di Jalan Nurul Hidayah, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). Longsor dan Banjir disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi.KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTO Pengendara motor melintasi perumahan yang terendam banjir di Jalan Nurul Hidayah, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). Longsor dan Banjir disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi.

Selain itu saat ban kekurangan udara maka tekanan ban menekan air juga berkurang. Berbeda ban dengan tekanan udara normal, ban mampu mampu menyingkirkan air dari atas permukaan aspal.

“Jika tekanan dikurangi maka yang terjadi ban kekurangan contact patch saat menembus hujan. Akibatnya ban malah tidak menggigit aspal dan kondisinya membahayakan. Ini sangat tidak disarankan,” ucap Akhir.

Baca juga: Servis Motor Matik yang Terendam Banjir Harus Bongkar CVT

Ade Rohman, Asisten Manajer Technical Service PT Daya Adicipta Motora (DAM), menjelaskan, alur ban berfungsi untuk membelah air. Sedangkan tekanan udara berfungsi agar pengendalian setang lebih ringan.

"Tekanan angin pada matik di roda depan 28 psi hingga 30 psi dan untuk roda belakang menggunakan tekanan angin sekitar 31 psi hingga 33 psi," ujar Ade, dalam keterangan resminya.

Adapun untuk motor bebek, depan dianjurkan 29 psi hingga 30 psi dan dan belakang 31 psi hingga 33 psi. Tipe motor sport, tekanan ban depan 39 psi hingga 41 psi dan roda belakang 39 psi hingga 41 psi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X