Underpass Terpanjang, Kenali Batas Kecepatan Hingga Pintu Darurat

Kompas.com - 04/01/2020, 10:02 WIB
Para perempuan ini membawa rambu yang menunjukkan batas kecepatan maksimum untuk mengingatkan para pengemudi yang melintasi sebuah kawasan permukiman atau persimpangan yang ramai. MirrorPara perempuan ini membawa rambu yang menunjukkan batas kecepatan maksimum untuk mengingatkan para pengemudi yang melintasi sebuah kawasan permukiman atau persimpangan yang ramai.
Penulis Ari Purnomo
|

Underpass NYIA ini dibangun dengan lebar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter.

Dilengkapi rumah pompa

Keberadaan jalan bawah tanah tidak bisa terlepas ancaman genangan air saat hujan. Permasalahan ini pun sudah diantisipasi oleh pelaksana proyek dengan membuat rumah pompa.

Sehingga, jika sewaktu-waktu hujan turun dan masuk ke terowongan, air bisa segera di pompa dan dibuang keluar. Sehingga, tidak terjadi genangan dan mengganggu pengendara saat melintas.

Tidak hanya keberadaan rumah pompa saja, tetapi juga terdapat waterstop yang terbuat dari karet untuk pelapis dinding beton serta lantainya. 

Baca juga: Indonesia Punya Jalan Bawah Tanah Terpanjang, Ini Adab Berkendara di Underpass

Kecepatan maksimal 60 kilometer per jam

Meski sudah dibuka untuk umum, bukan berarti pengendara bisa bebas memacu kendaraannya saat melintas di underpass NYIA. Ada rambu batas kecepatan yang harus dipatuhi oleh setiap pengendara.

Saat melintas di underpass NYIA, batas kecepatan yang disarankan adalah maksimal 60 kilometer per jam.

" Underpass tersebut didesain dengan kecepatan rencana 60 kilometer per jam," ujar Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Underpass NYIA M Syidik Hidayat kepada Kompas.com, Selasa (31/12/2019).

Baca juga: Ingat, Kecepatan Maksimal di Underpass NYIA Hanya 60 Kilometer/Jam!

Para pengendara motor berteduh di kolong underpass Pasar Minggu Jakarta Selatan.IWAN SUPRIYATNA/KOMPAS.com Para pengendara motor berteduh di kolong underpass Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Jangan digunakan untuk berteduh

Selama ini mungkin masih banyak pengendara kendaraan, terutama roda dua yang mengabaikan keselamatan saat berteduh. Salah satunya adalah berteduh di bawah underpass.

Padahal, perilaku ini dinilai tidak benar karena tidak hanya berbahaya tetapi juga bisa mengganggu pengendara lainnya.

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto menyarankan, bagi para pengendara agar mencari tempat berteduh yang sesuai. Jangan jadikan underpass ini sebagai tempat berteduh yang baru.

Baca juga: Indonesia Punya Jalan Bawah Tanah Terpanjang, Ini Adab Berkendara di Underpass

“Jangan malah menjadi tempat berteduh yang baru, carilah tempat berteduh yang sesuai. Selain berbahaya juga bisa mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X