Jokowi Pastikan Hyundai Bangun Pabrik di Indonesia Tahun Depan

Kompas.com - 27/11/2019, 13:49 WIB
Presiden Jokowi dan Hyundai Motor Company usai menandatangi MoU di Korea Selatan Presiden Jokowi dan Hyundai Motor Company usai menandatangi MoU di Korea Selatan

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan industri otomotif asal Korea Selatan Hyundai akan membuka pabrik perakitan mobil di Cikarang, Jawa Barat, pada 2020 mendatang.

Hal tersebut disampaikannya melalui akun instagram resmi Jokowi, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

"Kemarin saya mengunjungi pabrik Hyundai Motor Company (HMC) dan menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara pemerintah RI dengan HMC. Raksasa otomotif Korea Selatan ini memang akan membangun pabrik di daerah Cikarang, Jawa Barat, pada Januari 2020," tulis Jokowi.

Baca juga: Siap Bangun Pabrik, Ini Strategi Hyundai Bersaing di Tanah Air

Ilustrasi Hyundai Ilustrasi Hyundai

Adapun nilai investasi untuk perakitan pabrik ini diperkirakan mencapai 1.5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 21,8 triliun (1 dolar AS = Rp 14.094), dengan penyerapan tenaga kerja berjumlah 3.500 jiwa.

Kepastian Hyundai untuk masuk Indonesia sebelumnya diungkapkan oleh Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung, dalam siaran resminya, Selasa (26/11/2019).

Ia bahkan menyebut pabrik yang berada di Indonesia ini akan menjadi pusat manufaktur pertama Hyundai yang berbasis di kawasan ASEAN dengan kapasitas sekitar 150.000 unit kendaraan per tahun. Pada kapasitas penuh, produksinya mampu mencapai 250.000 unit tiap tahun.

Model kendaraan yang diproduksi antara lain SUV kompak, MPV kompak, model sedan, dan direncanakan mobil listirk.

Baca juga: Bocoran Model Hyundai yang Siap Diproduksi di Indonesia

Modiifkasi Hyundai Kona di GIIAS 2019 Modiifkasi Hyundai Kona di GIIAS 2019

"Pembangunan pabrik manufaktur Hyundai Motor di Indonesia dapat terlaksana berkat kerja sama dan dukungan dari pemerintah Indonesia," ujar dia.

Terkait realisasi investasinya sendiri, HMC akan menyalurkannya dalam dua periode. Dimulai dari Agustus 2019 hingga Desember 2021 untuk pendirian pabrik perakitan mobil dan komponen serta pengembangan model produksi massal.

Serta, Januari 2022 sampai Desember 2030 untuk mendirikan fasilitas produksi kendaraan listrik, pusat riset dan penelitian, dan fasilitas produksi transmisi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X