Honda Masih Tunggu Momentum Luncurkan Mobil Listrik di Indonesia

Kompas.com - 25/11/2019, 18:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk memulai era elektrifikasi, atau kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia masih tersendat regulasi. Saat ini, merek otomotif asal Jepang tersebut masih menunggu kepastian pemerintah.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM Yusak Billy mengatakan bahwa, investasi sebesar Rp 5,1 triliun yang dilakukan Honda Motor Company, Ltd. mulai tahun ini hingga 2023 belum termasuk mobil listrik.

"Itu untuk pengembangan model baru dan lokalisasi, kami sangat komitmen dengan lokalisasi. Kami juga sangat mendukung program pemerintah dalam hal pengembangan industri dalam negeri," kata Billy di sela-sela Honda Fastival 2, Kemayoran, Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Baca juga: Honda Tambah Investasi Rp 5,1 T untuk Mobil Baru di indonesia

Honda di GIIAS 2017.HPM Honda di GIIAS 2017.

Adapun alasan Honda Indonesia masih urung melangkah ke era elektrifikasi, lanjut Yusak Billy, ialah berkaitan dengan kepastian pemerintah yang diturunkan dalam bentuk petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) dari Perpres No.55/2019 tentang kendaraan listrik.

"Studi kami untuk kendaraan listrik sudah berjalan, tapi untuk penerapannya penuh pertimbangan dan model apa yang cocok untuk konsumen Indonesia. Kita baru akan mengambil action jika juknis sudah keluar," kata dia.

"Begitu diundangkan, kita akan bergerak dan buatkan strategi bagaimana jalannya Honda di Indonesia untuk kendaraan listrik. Soal produknya, opsi kami banyak," ujarnya.

Mobil listrik konsep Honda Everus meluncur di China.ISTIMEWA Mobil listrik konsep Honda Everus meluncur di China.

Sebagai informasi, Honda memang diketahui memiliki berbagai jenis kendaraan listrik, mulai dari Honda HR-V hybrid, Honda e, sampai Honda Clarity FCV yang mengusung teknologi hidrogen.

Namun bila melihat keadaan saat ini, jenis mobil listrik yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia menurut Yusak adalah hybrid.

"Mungkin itu yang paling cocok. Kita harap pemerintah segera menerbitkan juklak dan juknis terkait kendaraan listrik. Honda pasti akan mengikutinya," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.