Dorong Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, PLN Gandeng MAB

Kompas.com - 07/11/2019, 11:42 WIB
Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dan Presiden Direktur MAB Leonard saat penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN dengan Mobil Anak Bangsa (MAB) di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Dalam tahun ini, PLN berencana membangun 10 (sepuluh) SPKLU di seluruh Indonesia. Secara berangsur sampai tahun depan, diharapkan jumlahnya terus bertambah, guna menunjang hadirnya perangkat kendaraan listrik mulai dari mobil listrik berbasis baterai, skuter (motor listrik), dan berbagai kendaraan listrik lainnya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPlt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dan Presiden Direktur MAB Leonard saat penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN dengan Mobil Anak Bangsa (MAB) di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Dalam tahun ini, PLN berencana membangun 10 (sepuluh) SPKLU di seluruh Indonesia. Secara berangsur sampai tahun depan, diharapkan jumlahnya terus bertambah, guna menunjang hadirnya perangkat kendaraan listrik mulai dari mobil listrik berbasis baterai, skuter (motor listrik), dan berbagai kendaraan listrik lainnya.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahan Listrik Negara ( PLN) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Mobil Anak Bangsa ( MAB).

Langkah kerja sama ini juga menjadi tindak lanjut setelah sebelumnya PLN meresmikan sejumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di beberapa kota besar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani, menjelaskan bila dengan adanya MoU tersebut makin menguatkan sinergitas kedua belah pihak dalam pemanfaatan produk dalam negeri untuk produksi kendaraan bermotor listrik, baik berskala nasional maupun internasional.

Baca juga: Bus Listrik MAB Beberkan Calon Konsumennya

"Nota kesepahaman ini adalah untuk membangun kemitraan dan sinergi usaha dua pihak dengan prinsip saling memberikan manfaat dalam pengembangan produk dalam negeri kendaraan bermotor listrik," ucap Sripeni dalam keterangan resminya, Rabu (6/11/2019).

Lebih lanjut Sripeni menjelaskan kesepatakan tersebut juga dilakukan sebagai wujud dukungan dalam percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia yang sesuai dengan Perpres No.55 Tahun 2019.

Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dan Presiden Direktur MAB Leonard saat penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN dengan Mobil Anak Bangsa (MAB) di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Dalam tahun ini, PLN berencana membangun 10 (sepuluh) SPKLU di seluruh Indonesia. Secara berangsur sampai tahun depan, diharapkan jumlahnya terus bertambah, guna menunjang hadirnya perangkat kendaraan listrik mulai dari mobil listrik berbasis baterai, skuter (motor listrik), dan berbagai kendaraan listrik lainnya.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dan Presiden Direktur MAB Leonard saat penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN dengan Mobil Anak Bangsa (MAB) di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Dalam tahun ini, PLN berencana membangun 10 (sepuluh) SPKLU di seluruh Indonesia. Secara berangsur sampai tahun depan, diharapkan jumlahnya terus bertambah, guna menunjang hadirnya perangkat kendaraan listrik mulai dari mobil listrik berbasis baterai, skuter (motor listrik), dan berbagai kendaraan listrik lainnya.

Terlebih MAB merupakan produk lokal Indonesia yang dibuat oleh anak bangsa. Dengan latar belakang tersebut, PLN pun menujukan bentuk kontirbusinya dengan memberikan dukungan melalui kesepakatan tersebut.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini sangat penting bagi kami, untuk mempercepat program kendaraan berlistrik di Indonesia. Hal ini juga menjadi bukti komitmen dan kontribusi bersama terhadap program pemerintah demi terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik," kata Sripeni.

Baca juga: Harga Bus Listrik MAB Buatan Demak Tembus Rp 4,5 Miliar

Founder MAB sekaligus Kepala Staff Kepresidenan RI Moeldoko, menjelaskan bahwa Indonesia sudah berkomitmen mewujudkan pengurangan emisi, salah satunya melalui dukungan penggunaan mobil listrik.

Prototipe bus listrik MAB di PT Karoseri Anak Bangsa, Demak, Jawa Tengah Prototipe bus listrik MAB di PT Karoseri Anak Bangsa, Demak, Jawa Tengah

"Dalam pertemuan COP21 di Paris, Indonesia menyampaikan komitmen yang cukup tinggi soal pengurangan emisi, komitmen ini harus bisa diwujudkan salah satunya dari pengurangan penggunaan energi fosil sehingga hadirnya mobil listrik menjadi upaya pemerintah dan upaya bersama dalam mewujudkannya," ujar Moeldoko.

Sebelumnya, Moeldoko sudah membeberkan bila PLN akan menjadi salah satu konsumen yang memesan bus listik buatan PT Karoseri Anak Bangsa (KAB).

Untuk tahap awal, PLN akan memesan 10 unit bus dengan dimensi delapan meter, namun jumlahnya akan berkembang hingga ratusan unit karena untuk didistribusikan ke PLN yang ada di wilayah-wilayah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X