Menguji Kenyamanan Honda BR-V Menuju Lasem Lewat Jalur Pantura

Kompas.com - 11/10/2019, 10:02 WIB
Honda BR-V saat dipakai menelusuri kota Lasem dalam acara Merapah 5 Warisan Budaya Batik. kompas.comHonda BR-V saat dipakai menelusuri kota Lasem dalam acara Merapah 5 Warisan Budaya Batik.
|

LASEM, KOMPAS.com – Perjalanan ‘ Merapah 5 Warisan Budaya Batik’ hari keempat memasuki kota Lasem (10/10/2019). Daerah ini merupakan kecamatan di kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang menjadi salah satu kota penghasil batik di Indonesia.

Meski menjadi tujuan wisata, hanya ada satu jalur utama menuju Lasem, yakni lewat jalur Pantura. Hal ini yang membuat perjalanan Honda BR-V kali ini terasa berbeda. Terutama saat melanjutkan rute dari Semarang sampai Rembang yang tak melewati jalan tol.

Artinya, wisatawan yang menuju ke Lasem mesti berbagi jalan dengan pengguna jalan lainnya. Termasuk sepeda motor, bus, hingga gerobak pedagang. Pengemudi dituntut lebih waspada saat berkendara lewat jalur ini.

Baca juga: Honda BR-V Temani Perjalanan Menuju Batu Lawang Cirebon

Rombongan Honda BR-V melewati jalur agak kasar di sebuah tambak garam di Lasem, Jawa Tengah.kompas.com Rombongan Honda BR-V melewati jalur agak kasar di sebuah tambak garam di Lasem, Jawa Tengah.

Berbicara soal bantingan suspensi, BR-V menggunakan MacPherson Strut di depan dan H-Shape Torsion Beam di belakang. Suspensi depan dan belakang sepertinya disetel di level yang agak kaku.

Karakternya tidak empuk namun juga tidak terlalu keras. Hal ini berdampak pada performanya saat dibawa menyusuri jalur Pantura yang tidak semua aspalnya mulus.

Ketika diajak menyalip bus atau truk yang berjalan lambat, suspensi yang cenderung keras ini tak membuat BR-V limbung. Bahkan ketika mobil sampai masuk bahu jalan saat mendahului kendaraan di depan, suspensi mobil ini rupanya tetap tangguh meredam guncangan.

Baca juga: Blusukan Menelusuri Sejarah Batik di Pekalongan dengan Honda BR-V

Honda BR-V saat memasuki kawasan pantai di daerah Rembang, Jawa Tengahkompas.com Honda BR-V saat memasuki kawasan pantai di daerah Rembang, Jawa Tengah

Keamanan berkendara saat di Pantura juga makin baik berkat fitur Vehicle Stability Assist (VSA). Tak heran, mengendarai Low SUV ini bisa terasa lebih menyenangkan ketimbang model sekelas dari merek lain.

Belum lagi dengan ground clearance 201 mm, membuat BR-V masih nyaman dipakai untuk offroad ringan, karena jarak mobil dengan tanah begitu tinggi. Selanjutnya pada etape hari keempat misalnya, tim sempat membawa mobil ini menyusuri beberapa pantai di Lasem.

Asyiknya saat memasukkan mobil ke bibir pantai atau lokasi tambak garam untuk sekadar berfoto, tidak ada gejala mentok. Jalan agak kasar atau sedikit offroad dapat dilaluinya dengan mudah.

Baca juga: Agresif di Jalan Menanjak, Berapa Konsumsi BBM Honda BR-V?

Honda BR-V sanggup menaklukkan jalan mulus di tol hingga jalan agak kasar di medan offroad.kompas.com Honda BR-V sanggup menaklukkan jalan mulus di tol hingga jalan agak kasar di medan offroad.

Meski begitu, Anda harus tetap waspada. Sebab memasuki jalanan berkontur ekstrim butuh persiapan dulu sebelumnya. Seperti mengecek permukaan jalan yang akan dilalui, untuk mencegah mobil terjebak di jalan tersebut.

Singkatnya, Honda BR-V cukup fleksibel diajak pergi ke berbagai medan jalan. Satu kekurangannya adalah suara bising dari bagian kolong mobil yang terdengar sampai ke dalam kabin, terutama saat melaju di jalur Pantura.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X