Blusukan Menelusuri Sejarah Batik di Pekalongan dengan Honda BR-V

Kompas.com - 10/10/2019, 08:02 WIB
Honda BR-V dalam acara Merapah 5 Warisan Budaya Batik kompas.comHonda BR-V dalam acara Merapah 5 Warisan Budaya Batik
|

PEKALONGAN, KOMPAS.com – Hari ketiga perjalanan ‘ Merapah 5 Warisan Budaya Batik’ kami mulai dengan mengunjungi Museum Batik Pekalongan. Lokasinya berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Jatayu.

Apabila dari Stasiun Pekalongan, pengunjung tinggal pilih rute yang mengarah ke Jalan Diponegoro. Ikuti jalan menuju ke utara, lokasinya nanti akan berada di sebelah kanan di seberang lapangan besar.

Ketika tim tiba pada Rabu (10/10/2019), Pekalongan seperti kota-kota lainnya yang ramai dengan aktifitas masyarakat lokal. Kemacetan sering ditemui, terutama di beberapa persimpangan jalan.

Baca juga: Honda BR-V Temani Perjalanan Menuju Batu Lawang Cirebon

Honda BR-V melintasi perkotaan Pekalongankompas.com Honda BR-V melintasi perkotaan Pekalongan

Usai melihat sejarah perkembangan batik di museum, Honda BR-V yang tim tumpangi sengaja dibawa berkeliling kota batik ini. Selain mendapat beragam info dari petugas museum, kami pun ingin mengetahui bagaimana proses pemasaran batik ke konsumen.

Oleh karena itu, BR-V langsung diarahkan menuju sentra batik ternama di Pekalongan. Rupanya, keramaian tak hanya ditemukan di jalan besar di tengah kota.

Masuk gang-gang kecil seperti kampung batik Pesindon, denyut yang sama juga terasa. Maklum saja, lokasi ini merupakan salah satu sentra penghasil batik di Pekalongan, selain kampung batik Kauman.

Baca juga: Agresif di Jalan Menanjak, Berapa Konsumsi BBM Honda BR-V?

Honda BR-V saat melintasi Kampung Batik Pesindon, Pekalongankompas.com Honda BR-V saat melintasi Kampung Batik Pesindon, Pekalongan

Bersama Low SUV Honda yang menjadi teman perjalanan, awak redaksi merasakan sensasi mengendarai Honda BR-V di tengah keramaian kota. Selain kapabel di beragam medan, seperti jalan tol dan jalur menanjak, ternyata BR-V juga cocok dipakai di perkotaan.

Memiliki dimensi 4.456 mm x 1.735 mm x 1.666 mm (PxLxT), BR-V terasa cukup kompak saat dipakai bermanuver di tengah kota. Saat memasuki gang-gang kampung batik yang sempit, BR-V ternyata juga mudah diparkir dan dikendalikan.

Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan jika faktor penentu mudahnya mobil diparkir adalah radius putar dan jarak wheelbase. Semakin kecil angkanya, maka mobil akan lebih mudah melakukan putar balik atau parkir.

Baca juga: Perjalanan Merapah 5 Warisan Budaya Batik Kompas.com Dimulai

Honda BR-V saat menelusuri sejumlah sentra batik dalam acara Merapah 5 Warisan Budaya Batik.kompas.com Honda BR-V saat menelusuri sejumlah sentra batik dalam acara Merapah 5 Warisan Budaya Batik.

“Untuk ukuran SUV rata-rata memang di atas lima meter. Tapi wheelbase juga mempengaruhi radius putar, makin panjang jarak sumbu rodanya, maka radius putarnya makin besar,” katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Seperti diketahui berdasarkan data spek teknis, radius putar BR-V sebesar 5,3 m, sementara wheelbase (jarak sumbu roda) sebesar 2.662 mm.

Sebagai perbandingan, radius putar Toyota Rush 5,3 m dengan wheelbase 2.685 mm. Sementara Mitsubishi Xpander memiliki radius putar 5,2 m dengan jarak sumbu roda 2.775 mm.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X