Daihatsu Bicara Soal Lesunya Pasar Otomotif Sepanjang 2019

Kompas.com - 11/10/2019, 08:42 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

BANDUNG, KOMPAS.com - Sepanjang tahun berjalan, yakni periode Januari-Agustus 2019, penjualan mobil di Indonesia melambat hingga 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi volume penjualan hingga akhir tahun tidak akan mencapai 1,1 juta unit, sebagaimana target awal.

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan, hal ini terjadi karena berbagai hal.

"Menurut kami, lesunya pasar karena daya beli tidak berjalan dengan semestinya. Penyebabnya dari berbagai faktor seperti pertumbuhan GDP yang turun menjadi 5 persen, adanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, sampai kondisi politik dan keamanan," katanya di Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Penjualan Mobil Januari-Agustus 2019 Anjlok

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

Kondisi keamanan yang dimaksud seperti situasi demo di berbagai wilayah serta kebakaran hutan dan lahan berkepanjangan yang kerap terjadi beberapa waktu.

"Itu sangat berpengaruh. Beberapa diler tidak bisa beroperasi sehingga aktifitas penjualan tidak berjalan. Masyarakat juga menjadi wait and see untuk memutuskan pembelian," ujar Amelia.

Baca juga: Penjualan Mobil Murah Masih Suram di Agustus 2019

Ilustrasi penjualan mobil.AUTONEWS Ilustrasi penjualan mobil.

"Sebagai contoh, demonstrasi di Jayapura kemarin diler kita tidak bisa beroperasi hingga saat ini. Karyawannya tidak bisa di sana, keluar dari Jayapura untuk mengamankan diri. Selama situasinya tidak membaik, kegiatan ekonomi juga tak akan berjalan," katanya lagi.

Selanjutnya, beberapa program guna merangsang daya beli masyarakat juga belum optimal. Contohnya, program down payment (DP) nol persen untuk kendaraan.

"Jadi saya harapkan untuk teman-teman yang ingin melakukan demonstrasi, lakukanlah dengan tenang dan aman agar segala kegiatan ekonomi bergulir," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X