Kinerja Ekspor Mobil Indonesia Terancam di Vietnam

Kompas.com - 07/10/2019, 08:02 WIB
Ekspor mobil TMMINEkspor mobil

JAKARTA, KOMPAS.com – Berbicara soal ekspor  mobil buatan Indonesia, wilayah ASEAN masih jadi pasar terbesar Indonesia, selain Jepang dan beberapa negara Timur Tengah.

Pembatasan impor lewat pajak konsumsi di Vietnam akan berdampak pada kinerja ekspor beberapa negara di kawasan Asean, termasuk Indonesia.

Tenaga Ahli Bidang Perjanjian Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Rico Nugrahatama, mengatakan, sekitar 53 persen dari seluruh ekspor Indonesia berada di ASEAN.

Baca juga: Ekspor Mobil Buatan Indonesia ke Vietnam Mulai Menggeliat Lagi

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Sementara pangsa pasar Vietnam mencapai 7,8 persen, dengan nilai ekspor sebesar 586.514 dolar AS pada 2018.

“Peraturan dalam negeri Vietnam secara langsung akan mempengaruhi, karena di ASEAN sendiri Vietnam masuk dalam tiga besar paling banyak, setelah Filipina dan Thailand,” katanya saat dihubungi Kompas.com (4/10/2019).

Meski begitu, Rico mengatakan, efek dari pajak konsumsi spesial (special consumption tax/ SCT) yang diterapkan Vietnam belum bisa terlihat cepat.

Baca juga: Ekspor Mobil dari Indonesia Masih Bisa Ditingkatkan

Jalanan sebuah kota di Vietnam didominasi kendaraan impor.phnompenhpost.com Jalanan sebuah kota di Vietnam didominasi kendaraan impor.

“Dampaknya biasanya akan ketahuan pada tahun depan, atau setelah triwulan ketiga itu bisa kelihatan seberapa besar efeknya,” ujarnya.

Untuk diketahui, pasar Vietnam nyatanya cukup potensial bagi Indonesia. Berdasarkan data Kemendag, valuasi ekspor Indonesia ke Vietnam selalu meningkat dari tahun ke tahun sejak 2014.

Pada 2014, nilai ekspor di sektor industri pengolahan kendaraan mencapai angka 5,2 juta dolar AS. Lantas angkanya menjadi 7,5 juta dolar AS tahun 2018 atau meningkat sekitar 44 persen.

Sedangkan pada periode Januari-Juli 2019, nilai ekspor Indonesia ke Vietnam telah mencapai 4,4 juta dolar AS. Bertambah dari periode yang sama tahun lalu sebesar 4,1 juta dolar AS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X