Instruktur Keselamatan Berkendara Indonesia Jadi Jawara di Jepang

Kompas.com - 05/10/2019, 08:42 WIB
Tim instruktur keselamatan berkendara dari Astra Honda Motor Indonesia meraih podium juara di kompetisi 20th Safety Japan Instructor Competition AHMTim instruktur keselamatan berkendara dari Astra Honda Motor Indonesia meraih podium juara di kompetisi 20th Safety Japan Instructor Competition


SUZUKA, KOMPAS.com - Tim instruktur keselamatan berkendara Indonesia yang berlaga di The 20th Safety Japan Instructor Competition (SJIC) akhirnya bernapas lega. Sesuai perkiraan, tim besutan PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut berhasil mendapatkan podium dalam acara tahunan tersebut.

Tahun ini instruktur Indonesia diwakili oleh Samsul Falah dari PT Wahana Makmur Sejati yang turun di kelas 125 cc, I Gusti Ngurah Agung Iswahyudi dari Astra Motor Denpasar, dan Ibnu Fachrizal dari Astra Motor Samarinda yang turun di kelas 400 cc. Kemudian ada Hendrik Ferianto dan Deni Surahman dari Safety Riding AHM yang turun di kelas 750 cc.

Ibnu Fachrizal mendapatkan gelar juara pertama di kelas 400 cc dengan meraih poin 2.688. Ini merupakan gelar kedua Ibnu yang tahun lalu juga mewakili Indonesia di kelas yang sama.

"Harus diakui tahun ini perjuangan lebih berat karena tim lain dan peserta sudah memperbarui kemampuan mereka. Tahun ini kesulitan ada di sesi low speed balance. Tapi saya yakin dapat podium, dan akhirnya terwujud," ucap Ibnu yang ditemui usai penghargaan di Sirkuit Suzuka, Jumat (4/10/2019).

Baca juga: Tantangan Hari Pertama untuk Tim Safety Riding AHM di Jepang

Kompetisi Safety Japan INstructor Competition mencari instruktur terbaik dari berbagai negara. AHM Kompetisi Safety Japan INstructor Competition mencari instruktur terbaik dari berbagai negara.

Baca juga: AHM Optimistis Hadapi Kompetisi Safety Riding di Jepang

Samsul Falah mendapatkan tempat ketiga di kelas 125 cc. Samsul berhasil masuk podium setelah penilaian praktik berkendaranya di atas motor Groom 125 mendapatkan nilai yang cukup tinggi.

Tahun ini, kelas 750 cc masih cukup sulit ditaklukkan oleh tim instruktur Indonesia. Ada beberapa hal yang membuat kelas ini cukup sulit untuk mendapatkan hasil tertinggi.

"Model sepeda motor yang digunakan belum masuk di Indonesia dan kita maksimalkan pengenalan motor hanya seminggu saat latihan di Jepang. Tapi kami optimistis ke depannya akan dapat meningkatkan diri dan mendapatkan hasil terbaik," ucap Johannes Lucky Margo Utomo, Dep. Head Safety Riding PT AHM.

Kompetisi SJIC diikuti oleh instruktur terbaik dari 9 negara seperti Singapore, Vietnam, Thailand, India, Australia, dan Brazil.Para peserta akan diuji kemampuannya di atas sepeda motor termasuk mengaplikasikan berbagai teknik berkendara yang sesusai keselamatan dengan beragam kondisi.

Pengujian praktik dibagi dalam tiga sesi yakni pengereman, slalom dan low speed balance. Selain itu peserta juga mendapatkan ujian edukasi dimana peserta dituntut untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah keselamatan berkendara dari kasus-kasus yang diberikan tim juri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X